Selasa, 28 Februari 2017

Gabung Organisasi Itu Asyik


USIA Fatimatuz Zahrah memang tak lagi muda. Namun semnagat perempuan 40 tahun ini untuk berorganisasi terus menggelora. Asam manisnya berorgabnisasi sudah diraskan. Dia pun ingin agar kaum perempuan muda jangan takut berorganisasi.
Fatimatuz kini aktif di ANkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Namun, sebelum menginjak ke organisasi di bawah partai politik dia sering terlibat aktif organisasi, baik saat sekolah ataupun masyarakat.

Bekal Berharga Mendidik Anak

Ya manfaat organisasi ini banyak dalam kehidupannya tersebut. "Tambah wawasan, tambah teman," ucapnya.
Tak hnya itu saja, berkat ikut organisasi cara pandang fatimatuz terhadap kondisimasyarakt pun lebih luas dan lengkap. Setidaknya organisasi itu menurunkan egonya, karena di organisasi banyak pendapat orang lain dandibenturkan dengan kondisi sekitar. "Paling mudah manfaat organisasi adalah tidak buat orang kuper alias kurang pergaulan," imbuhnya.
Ibu tiga anak tersebut mengaku perjuangan RA Kartini terhadap perempuanIndonesia tak sekadar memperoleh hak pendidikan yang sama dengan laki-laki. Lebih dari itu juga seharusnya perempuan juga punya hak berorganisasi.
Permpuan asal Jl Letjen Suprapto punmengaku berkat organisasi jadi bekal berharga untuk mendidik ketigaka anaknya. Salah satunya adalah terus up date dengan perkembangan zaman sehingga bisa tahu perkembangan zaman sehingga bisa tahu perkembangan tren muda saat ini. tak hanya itu saja, dia pun mengerti kondisi psikologis perumbuhan anak. Dari mereka masih anak-anak, remaja, dan Dewasa. Setidaknya orang yang ikut organisasi tidak takut bertemu dengan orang lebih tua atau berbicara dengan orang yang lebih tinggi jabatannya.
Sebagai perempuan asal Bondowoso, dia cukupmengacungi jempol dengan minat anak muda Bondowoso ikut organisasi. "Dari kegiatan sekolah dan kegiatan anka muda di alun-alun sudah keliatahn antusias ikut organisasi pemuda Bondowoso itu tinggi," ujarnya. Fatimatuz yang lebih akrab dipanggil Bu Dodik ini mengaku untuk meningkatkan budaya organisasi dimulai dari sekolah. "Ikut OSIS atau eksul inilah awalan mereka senang berorganisasi," imbuhnya.(dwi/wah)




Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 24 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar