Kamis, 02 Februari 2017
Kawu Itu Seperti di New Zealand
PADANG savana di Kawah Wurung (Kawu) membuat Rosie Vella terkesima. Perempuan yang bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jemberini mengaku mendengar nama Bondowoso, Kawu-lah yang paling dia ingat. "Saat itu kunjungan sama rekan kerja ke Kawu, ternyata Bondowoso ada tempat yang sangat menawan,"ucapnya.
Terlebih lagi Kawu, tak hanya padang savana yang datar saja namun bukit kecil, sedang, dan besar. Bahkan, kata dia, hebatnya di Kawu semua padang savana tersebut bisa dijelajahi.
Senang Akses Jalan Mulai Diperbaiki
Dia juga merasakan betapa indahnya berdiri di padang savana Kawu. "Enaknya Kawu itu bisa turun kebawah, jadi terasa berdiri dikelilingi bukit padang savana," ujarnya.
Hal yang paling membuat takjub Vella adalah sapi dan kuda dibiarkan begitu saja mencari rumput. Dia pun punya kesempatan foto bersama dengan kuda saat turun kebawah. "Waktu turun kebawah, ada kuda warna putih dan bisa ditunggangi. Buat foto keren, seperti di New Zealand saja," jelasnya.
Negara Selandia Baru tersebut memang dikenal dengan padang savananya, ditambah sapi dan kuda berkeliaran sama seperti di Kawu. Bedanya, kata dia, jika New Zealand adalah sapi perah berkeliaran sedangkan di Kawu sapi lokal. "Kalau kuda hampir sama, mungkin kuda di Kawu lebih kecil," paparnya.
Menurut vella, Kawu itu miniatur Selandia Baru di Jatim. Jika Taman nasional (TN) Baluran dijuluki Africa Van Java, karena padang savananya ditambah rusa serta banteng ibarat di afrika. "Kalau Kawu bisa lah jadi Kawu Van Selandia Baru," katanya.
Meski takjub dengan kindahan Kawu, menurut dia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki agar wisatawan ini benar-benar puas. Salah satu yang harus diperhatikan masalah akses jalan mulai dari Sempol menuju Kawu.
Jika Kawu dikatakan wisata adventure semakin jalan rusak semakin menantang rasanya kurang pas. Sebab, namanya wisata adventure jalan rusak itu juga diimbangi dengan pemandangan yang menawan. Sementara di Kawu pemandangan kebun kopi dqan pinus.
Melihat kunjungan wisatawan ke Kawu saja juga bukan orang dengan minat khusu saja. Tapi lebih banyak orang umum, sehingga lebih banyak jalan ke Kawu diperbaiki. Selamanya ini namanya wisata-wisata alam yang menarik karcis adalah orang dewasa dan mengenakan seragam. Jika Bondowoso memanfaatkan pemuda, langkah tersebut adalah baik. Karena, bisa menambah rasa memiliki Kawu. "Kalau pemuda merasa Kawu itu miliknya, mereka akan menjaga Kawu tetap lestari dan menjaga wisatawan itu nyaman dan aman," pungkasnya. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Senin, 19 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar