BEKERJA di luar keilmuannya tak masalah bagi Shabrina Amalia Wardan. Alumnus teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ini justru kerja sebagai sekretaris kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Sehingga bagi mereka yang bekerja diluar keilmuan jangan berkecil hati, disana pasti ada hikmah untuk mendapatkan ilmu baru dari sanalah juga belajar menjadi orang yang kompenten.
Usai lulus di ITS, sasha panggilan akrab Shabrina pun mengaku ingin bekerja sesuai bidangnya agar ilmu selama di bangku perkuliahan bertahun-tahun bisa diaplikasikan.
"Sempat mau bekerja di kontraktor luar pulau, tapi sama orang tua tidak boleh kerja diluar jawa. Atas ridho orang tua mungkin ini jalannya," ucap perempua asli Surabaya itu.
Dari pengalamannya tersebut sasha ingin mengatakan sarjana baru lulus tersebut jangan terkotak-kotak masalah keilmuan untuk melamar pekerjaan. Perempuan kelahiran 1992 menjelaskan perusahaan saat ini lebih maju, mereka tidak hanya menerima pegawai sesuai jurusan saja. Terpenting adalah kompenten pegawai itu.
Shabrina menjelaskan untuk pegawai baru ada kesalahan, ketidaktahuanadalah hal yang wajar dan perusahaan memaklumi. Sehingga, kata dia, alangkah baiknya momen tersebut menjadi ajang untuk terus belajar agar menjadi kompenten. "Saya ya belajar, sebelum tes cari tahu OJK itu apa. Keseketarian juga seperti apa," ungkapnya.
Hal yang menyenangkan di luar keilmuannnya adalah mendapatkan ilmu baru. "Jadi tidak punya satu keilmuan saja. Itu enaknya kerja diluar ilmu yang diajarkan kuliah sehingga banyak ilmu yang didapat," jelasnya. Agar menjadi kompenten terpenting tidak ada lelahnya untuk belajar dan belajar.
Menurut Sasha apapun yang dipelajari pasti punya manfaat sehingga jangan pernah meremehkan pelajaran apapun yang didapt di bangku sekolah atau kuliah. Salah satu contohnya adalah merasa enggan belajar matematika karena merasa jurussan IPS saat SMA. Padahal tes diperguruan tinggi , ada matematika dasar. Tak hanya itu saja matematika pun juga diterapkan di pekerjaaan atau kehidupan sehari-hari.
Setiap hari Shasa yang selalu disibukkan dengan pekerjaan tentu ingin mencari tempat refresing. "Kalau ingin wisata pegunungan enak di Bondowoso," ucapnya. Selain dekat dengan Jember, terdapat hal yang di luar dari perkiraan selama ini.
Kawah Wuruh (Kawu) itulah yang yang membuat dia terkesima. "Waktu itu Kawu rumputnya kuning, tidak hijau," ucapnya. Sasha bisa takjub dengan Kawu karena selama ini belum pernah berwisata di padang savana.(dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Selasa, 04 Oktober 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar