MENJADI aktifis, merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri bagi Merry shinta Dewi. Selama ini, dia aktif di organisasi anak, yakni di Forum Anak Indonesia (FAI). Baru-baru ini, dara asal Sekarputih ini menjadi wakil Bondowoso pada puncak peringatan hari anak nasional di Taman Safari II Prigen.
Dalam agenda ini, dia menjadi satu-satunya wakil Forum Anak Bondowoso.
Bondowoso Menuju Layak Anak
Dia berangkat bersama tim BPPKB Bondowoso. Menurutnya, di acara itu Shinta membawa misi menyuarakan suara Forum Anak Bondowoso. "Saya bertemu dengan anggota FAI dari seluruh nusantara," katanya.Dara yang saat ini menempuh pendidikandi SMKN 1 Bondowoso ini mengatakan, satu hal yang yang menjadi perhatian dalam forum itu adalah adanya fenomena tingginya pernikahan dini di Bondowoso. "Dana memang kenyataannya memang tinggi," jelasnya.
Tentunya pembahasan menjadi menarik. Sebab saat era modern, namun masih ada fenomenapernikahan dini. Karena itu, dalam forum itu, salah satu peran anggota FAi adalah membuat anak-anak memiliki motivasi tinggi untuk sekolah. "Jadi agar bisa menekan angka pernikahan dini," jelasnya.
Perempuan yang mengambil jurusan Administrasi Perkantoran ini menuturkan, pendidikan adlah hal yang sangat penting. Apalagi bagi seorang wanita yang nanatinya menjadi seorang ibu. Pendidikan bukan tentang mau jadi apa nanti, namun lebih pada bisa mengajarkan apa untuk generasi selanjutnya, minimal anak-anaknya.
Selama ini, kata Merry, Bondowoso masih menuju kabupaten layak anak. Sehingga belumbisa dikatakan sebagai daerah layak anak. "Sebab masih menuju," katanya.
Dalam rangka menuju daerah layak anak, sudah banyak kegiatan dilakukan oleh Forum Anak Bondowoso. Diantaranya mengadakan sosialisasi tentang definisi kabupaten layak anak.Salah sautnya tidak adanya kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, masih ada saja nak di Bondowoso. Sebagai bentuk sosialisasi, pihaknyamengajak seluruh anak untuk tahu dan berani melakukan tindakan ketika merasa ada kekerasan.Misalnya laporan kepada yang berwajib atau laporan kepada pemerintah. "Jadi tidak diam saja,harus berani," tegasnya.
Kedua adlah terpenuhinya hak-hak anak. Misalnya hak tentang pendidikan. Dalam halini, dorongan untuk fasilitas pendidikan masih terus digencarkan. Dia berharap, gerakanterpenuhinya bidang pendidikan tidak hanya dilakukan di tingkay kabupaten, namun sampaiditingkat desa. "Kalau sampai ditingkat desa. "Kalau sampai kebawah, ini sangat bagus,"jelasnya. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 16 Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar