Senin, 06 Februari 2017

Sukai Musik R&B



      MUSIK menjadi salah satu satu obat pelipurlara gadis bernama lengkap Maria Trihastuti Oktavia ini. Baginya alunan musik bisa menjadi obat penghilang sress. Khususnya musik bergenre R&B.

      Musik yang menggabungkan juzz, gosple dan blues itu menjadi pilihannya lantaran adanya keunikan didalamnya. Sebagai paramuda, dia suka musik bergenre itu karena juga banyak disukai pemuda lainnya. "Banyak lagu yang saya simpan di handphone yang bergenre r&B," jelanya.

      Memang musik itu saat ini sedang banyak digandrungi para muda. Dikebanyakan tempat nongkrong seperti cafe-cafe, genre musik ini sering diperdengarkan.

       Tentunya selain gemar mendengar musik yang awalnya berasal dari Afrika-Amerika ini Via juga suka mengembangkan musik dalam negeri.

Pernah Sekali ke Ijen

     Apalagi saat PT KAI yang menjadi tempat kerjanya kini memiliki even, dia seringkali disuruh menyanyi. "Banyak sih yang sudah saya bisa," akunya.

     Selain hobi menyanyi, perempuan yang bekerja sebagai ticketing officer PT KAI Daop 9 Jember ini mengaku suka psikologi. Alasannya karena psikologi. Alasannya karena psikologi mempelajari tingkah laku manusia baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. "Manusia itu complicated banget," jelasnya.

      Dia mengaku tidak begitu dalam mempelajari psikologi. Namun karena pekerjaannya bersinggungan dengan banyak orang, maka dirasa perlu mengenal ilmu tersebut. Baginya tidak cukup jika hanya tahu diri sendiri tanpa mengetahui perilaku manusia lainnya. "Saya senang ketika ada orang lain bisa berbagi dengan saya dan nyaman berkomunikasi dengan saya," katanya.

      Dia berprinsip tidak banyak waktu untuk jadi baik. Karena itu dalam kehidupan dirinya memotivasi diri untuk bisa menjadi manusia sebaik mungkin. "Selagi bisa, mau tunggu apa," tegasnya.

     Hobi lainnya adlah menikmati tempat wisata. Berbicara tempat wisata di Bondowoso, dia pernah mengunjungi wisata Kawah Ijen. Namun informasi yang dia dapat, Kawah Ijen bukanlah milik Bondowoso lagi melainkan sudah milik Banyuwangi. "Kan banyak yang membuat hastag KAwah Ijen Banyuwangi," paparnya.

     Dia baru tahu bahwa Kawah Ijen itu adalah perbatasan. Sehingga ada sebagian milik Bondowoso dan sebagai milik Banyuwangi. Menurutnya sebagai penikmat wisata, seseorang tidak akan menggubris kepemilikan. Semampang indah dan nyaman, pasti akan banyak orang yang berdatangan. "Apalagi katanya saat ini jalan dari Bondowoso ke Kawah Ijen sudah bagus," pungkasnya. (hud/wah)



Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Sabtu, 24 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar