Sabtu, 11 Februari 2017
Obsesi Menjadi Dosen
Salah satu cita-cita Yenny Husnul Amaliyah Adalah menjadi dosen. banyak hal yang melatarbelakangi cita-citanyanya itu. Salah Satunya dia ingin turut serta membangun negeri.
Baginya profesi dosen adalah pekerjaan mulia. Sebab ada dampak yang besar yang bisa ditimbulkan oleh seorang dosen. yakni turut serta membangun negeri. Sebab misi seorang dosen adalah memberi manfaat serta memberi kecerdasan para mahasiswa yang merupakan kader penerus banga. "Sebagai dosen, seseorang juga akan memiliki pengaruh besar di masyarakat," jelas perempuan asal JAlan Aip Moegiman, Kocer Gentengan ini.
Selain itu, ternyata dara ynag kini sedang menempuh S1 di Fakultas Ilmu dan Budaya Unej ini, cita-citanya terinspirasi dari seorang dosen. Selama ini dia kagum dengan salam seorang perempuan di kampusnya.
Juga Dalami Panahan
Sebab diusia yang masih relatif muda, yakni dibawah 50 tahun, namun sudah menyandang gelar Profesor. "Ketika aku berdiskusi, banyak penga;aman yang telah dilaluinya yang di dorong aku harus bisa seperti dia," terang alumnus SMAN 1 Tenggarang tersebut.
Dia mengaku, tidak hanya dirinya saja yang termotivasi namun semua mahasiswa-mahasisiwi yang berkomunikasi tentu kagum. Rasa kagum itu tidak lain karena semnagat seoorang dosen itu dalam mendalami bidang keilmuan sehingga menyandang gelar Profesor.
Yenny sadar, tentunya ada tantangan besar untuk meraih cita-cita itu. Dia sadar tantangan itu tidak mudah. Yakni dirinya harus menempuh pendidikan minimal S2 atau S3. Namun dia yakin seseorang yang bersungguh-sungguh segala sesuatunya dilancarkan oleh Allah.Swt.
Bungsu dari pasangan Ismail Yahya dan Asiatinintyas ini memiliki gambaran, ketika menjadi dosen,dia akan berusaha menjadi temanbagi para mahasiswa. Sebab hal itu yang kini dirasakan. Ketika seorang dosen tidak hanya , menjadi dosen, namun bisa menjadi teman, maka ilmu yang ditransfer ilmu yang dilakukan akan lebih mengena dan lebih dipahami.
Selain menjabarkan cita-citanya, Yenny menuturkan dirinya juga sangat suka travelling. Selama ini banyak tempat yang sudah dikunjunginya. Seperti Malang, Bali, Jogjakarta dan tempat lain. Namun tidak lantas dia meninggalkan tempat kelahirannya. Justru karena hobinya travelling, Sebagian besar tempat wisata di Bondowoso sudah dia kunjungi. "Seperti di Sempol jampit, di Kawah Wurung, Kawah ijen, Balwan dan tempat lainnya," ujar Alumnus MTs At Taqwa Bondowoso itu.
Karena berdomisili di kampus Unej, tidak jarang dirinya membawa teman-temannya untuk merasakan keindahan alam di Bondowoso.Bahkan ketika dia melepas tawaran ke teman-temannya yang mayoritas berasal dari luar daerah, respon mereka sangat bagus. "Awalnya saya hanya basa-basi, ternyata mereka (teman-teman, Red) pengen, dan akhirnya kami jalan bareng," ungkap dara kelahiran 5 Desember 1994 itu.
Selain travelling, baru-baru ini Yenny mendalami olahraga pemanahan. pengenalannya kepada olahraga itu karena ada Uit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru di kampusnya. Akhirnya dia mencoba dan ikut terjun langsung belajar pemanahan. Walau tergolong masih baru, namun Yenny sangat menyukainya. "Saya sharing dengan dosen, ternyata sempat berbicara panahan dan saya akhirnya nyoba, ternyata asik," jelasnya.
Menurutnya apapun yang dilakukan , selama itu bisa dipertanggung jawabkan secara etika dan agama, maka itu menjadi baik.Menurut Yenny, ketika sesuatu membuat bahagia, makak dia asik menjalaninya. Sebab definisi bahagia itu adalah ketika seseorang bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Seberapa besar kebahagian yang dirasakan, akan tergantung pada seberapa besar seseorang mencintai dirinya. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar ijen Jum'at 14 oktober 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar