Jumat, 03 Februari 2017

Presenter Itu Asyik


     MENJADI presenter merupakan cita-cita Yunita Putri Tyanta. Hal itu karena dia mengaku tertarik. Ketertarikan itu bermula saat dirinya menginjakkan kaki di SMKN 1 Bondowoso. Dia mengambil jurusan broadcasting.

     Perempuan asal Sukowiryo ini mengatakan, awalnya dirinya membayangkan menjadi presenter itu mudah. Namun setelah dijalani di bidang keilmuan khusus, ternyata dia mendapati jika menjadi presenter itu tidak semudah yang dibayangkan. "Saya tertarik karena banyak melihat presenter di media elektronik, dan itu sangat asik," jelasnya.
Harus Aktif dan Makin Banyak Teman

     Perempuan kelahiran 8 Juni 1999 ini menyampaikan, banyak hal baru yang `dia dapatkan ketika mendalami dunia broadcasting. Dalam pendidikannya, dia ikut dalam berbagai even channel televisi khusus sekolahnya. Seperti melakukan liputan berbagai even, mulai di Bondowoso sampai luar daerah.

     Kesan pertama yang dia rasakan, dunia broadcasting itu bersinggungan dengan banyak orang banyak teman. Tentunya selama belajar mendalami dunia broadcasting, Yunita banyak kenal dengan orang baru karena itu dia berprinsip harus aktif. Seseorang presenter tidak boleh berdiam diri. "Kalau hanya diam, bagaimana bisa menambah teman dong," ucap perempuan yang tinggal di Perum Villa Kembang Asri ini.

Dia mengaku, untuk dunia presenter dia masih sangat baru sehingga banyak yang dia kuasai. Namun yang jelas, salah satu yang paling penting dalam profesi presenter adalah komunikasi. Dimana bagaimana mengolah vocal, membuat pertanyaan singkat padat, jelas dan mudah dimengerti narasumber dan melakukan komunikasi dengan baik.

Baru-baru ini, Yunita usai mengikuti workshop broadcasting di Surabaya. Banyak hal yang dia dapatkan. Disana banyak diajari teknik vocal, intonasi dan mengatur suara diafragma.

Selama ini dia sudah memantapkan diri untuk mandalami dunia broadcasting. Karena itu, setelah lulus SMKN nanti, dia ingin menjadi meneruskan kuliah ke jenjang lebih tinggi. "Ya kalau perguruan tinggi tentunya di jurusan broadcasting, biar linier," jelasnya.

Sikap fokus itu tidak lain karena prinsip hidupnya. Yakni berusaha mengerjakan sesuatu hal dengan maksimal dan selalu tanamkan dalam diri bukan apa yang kita dapat, melainkan apa yang kita beri. "Jadi menurut saya seseorang itu harus mencoba, sebab lebih baik gagal karena telah mencoba, daripada diam dengan ketidaktahuan," paparnya.

Selain mendalami broadcasting, Yunita juga hobi travelling. Baginya jalan-jalan ketempat wisata adalah salah satu kegiatan favorit saat liburan. Khusus di Bondowoso, biasanya dia mengunjungi tempat wisata alam Sempol.

Ternyata selain berwisata, Yunita juga membuat video dokumenter. Tentunya dia tidak sendirian. Ada kelompok tersendiri yang sama-sama dari sekolah. "Kami membuat dokumentari tempat wisata, tempat bersejarah, dan kehidupan di Bondowoso," jelasnya.

Sempol memang menjadi tempat favorit kalau refreshing. Sebab disana banyak tempat wisata yang keren. Mulai dari Kawah Wurung, Kebun Strawberi, air terjun blawan, petilasan damar wulan, dan masih banyak lagi lainnya. (hud/wah)


Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Selasa, 20 September 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar