MENGIDOLAKAN polisi membuat Lintang enjang Ramadhani memiliki obsesi menjadi polwan. Cita-cita itu sudah dimulainya sejak kecil. Dia ingin mengabdikan diri kepada warga negara. Salah satunya ingin menjadi polisi wanita.
Bagi dara yang kini duudk di bangku sekolah menengah kejuruan itu, menjadi seorang polisi adalah keinginan terbesarnya. Hanya saja yang sesuai dengan kejuruan yang kini di dalaminya., yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Belajar Tidak Bergantung
"Saya ingin menjadi Polwan yang bertugas di bagian TMC (Traffic Management Center)."Bagian itu klata Lintang, sesuai dengan program yang dipelajarinya saat ini. Yakni berhubungan dengan Teknologi Onformasi (IT). KArena itu, dia tidak ingin berleha-leha dalam pelajaran sekolah. Utamanya yang menyangkut IT. "Saya kelas XII, sebentar lagi lulus, jadi saya harus bersungguh-sungguh,".
Alumnus SMPN 3 Bondowoso ini menuturkan, obsesinya menjadi polisi itu tidak lain karena adanya idola dalam keluarganya. Yakni sang paman yang bekerja menjadi kepala Samsat. Sehingga dia ingin meniru sukses yang diraih oleh sang pamannya tersebut.
Dalam gambaran Lintang, ketika nantinya dia menjadin poplisi, akan menyuguhkan sikap yang ramah. Sebab saat ini banyak dia temui masyarakat yang memandang profesi menjadi polis sebelah mata. "POlisi kalau kerja itu ada uang, kalau gak ada uang gak kerja, menurut saya itu salah, karena pengabdian sepenuhnya tugas yang dilakukan untuk pengabdian,"
Perempuan yang tinggal di GAng Kejaksaan, Bondowoso inimengaku siap berpindah-pindah tugas manakala cita-citanya menjadi polwan terkabulkan. Karena itu sejak dini dia sudah melatih kemandirian. Seperti sekolah sampai dirumah, banyak perilaku yang mencerminkan kemandirian.
Dia mencontohkan, kemandirian itu terlatih tatkala dia memutuskan untuk memilih jurusan RPL di sekolahnya.Sebab dalam satu kelas, hanya ada empat perempuan. LAinnya adalah empat cowok. Saat inilah, dia harus mandiri dan tidak boleh bergantung. "Namun kebersamaan harus ditanamkan, karena ini sudah menjadi prinsip RPL,"
Dara kelahiran 6 JAnuari 1999 ini melanjutkan, selain melatih kemandirian dia juga aktif melatih fisiknya. Diantaranya dengan olahraga renang. Renang dpilhnya karena olahraga ini merupakan olahraga sepele yang bisa melatih otot dan pernafasan. "Apalagi menjadi polisi, sayratnya harus bida renang, karena itu saya harus bisa renang,"
Dia mengaku akan berusaha terus untuk meraih cita-citanya. Prinsipnya dia tidak akan mudah menyerah. "Terus berikhtiar dan selalu ingat dengan Tuhan," (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 09 Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar