MASTER of Ceremonies (MC) bukan menjadi hal asing bagi Wahyu Cipta Yuliasari. Wajar saja dia menggeluti dunia MC sejak duduk di bangku SMP. Hal yang paling membanggakan saat baginya menjadi MC di acara Meet And Greet Mata Najwa di Kampus Universitas Jember (Unej).Kemarin (21/9) dia pun menjadi MC di acara koordinasi Universitas Membangun Desa Unej dengan pemerintah Bondowoso yang akan mengirimkan mahasiswa KKN di Bondowoso. Baginya, bisa menjadi MC adalah anugerah yang luar biasa. "Karena bisa kenal banyak orang," jelas perempuan yang akrab disapa Cici tersebut.
Ternyata permapuan kelahiran 6 Juli 1993. tersebut masih berstatus sebagi mahasiswa. Dia adalah mahasiswa semester akhir Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi. Karena basic nya suka dengan MC, saat duduk dibangku kuliah dia pun aktif menjadi MC. Berkat kelihaiannya, dia sering nge MC di berbagai acara formal di kampus.
Akan Melakukan Pengabdian ke Kalimantan
Perempuan asal Dukuhdempok, Wuluhan, Jember ini mengaku, keahliannya di dunia MC dimuali dari suka pada puisi. "Saat SMP di Darus Solah Jember, sudah suka puisi," ungkapnya. Sehingga pernah beberapa kali tampil di depan orang banyak.
Berkat penampilan berpuisi itulah Cici melatih intonasi dan melatih agar tak grogi saat di atas panggung. Ternyata bakat puisi itu melebar ke berbagai bakat lainnya,yakni dalam bidang pembaca acara atau MC. Karena aktif diberbagai organisasi di SMA, dia mendapat amanah menjadi MC. Disitulah keahlian MC semakin terasah.
Menginjak kuliah, keahliannya kian dikenal masyarakat. Hal itu karena kepribadiannya yang supel dan suka berorganisasi. Saat awal kuliah, dia bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Agroteknologi (Imagro) Unej. Selain itu dia juga bergabung dalam Forum Mahasiswa Agroteknik ndinesua (Formatani).
Di berbagai acara itu, dirinya sering menjadi MC. Selain diorganisasi, di berbagai acara kampus dirinya juga sering menjadi MC. "Intinya di berbagai acara formal kampus," jelasnya.
Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia menceritakan tips jitu menjadi MC. Pertama seseorang harus mengasah kemampuan verbal. Kemampuan ini penting karenaMC harus bisa menghidupkan suasana. Kedua adalah memperbaiki cara komunikasi. Komunikasi sangat diperlukan karena jangan sampai MC dengan audiens tidak nyambung.
Ketika harus memperbanyak pengetahuan umum. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca buku atau mengikuti informasi terkini. Sehingga ketika berada didepan audiens,seorang MC bisa memberi wawasan mengenai informasi terkini. Hal ini agar audiens tidak merasa bosan.
Selain kegiatannya di MC, Cici mengaku jika dalam dirinya saat ini tidak terbesit cita-cita menjadi PNS atau pegawai pemerintahan. Sebab motivasi yang ada didalam dirinya adalah ingin banyak mengabdi pada perempuan dan Indonesia.
Salah satunya adalah pengabdian dirinya dalam Formatani.Dia ingin mengabdi di tengah-tengah masyarakat agar paradigma mereka berubah. Sehingga kesejahteraan mereka bertambah. "Akhir bulan nanti saya akan ke Kalimantan dan mengabdi di daerah perbatasan," tegasnya.
Dia mengaku sangat menyukai berbagai hal tentang pendampingan tersebut. Sebab ada makna yang sangat mendalam, yakni makna tentang kebersamaan dan pengabdian. "Serasa ada kepuasan tersendiri yang saya dapat," pungkasnya. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - radar Ijen Kamis, 22 September 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar