Jumat, 24 Februari 2017

Obsesi Jadi Ahli Forensik


MENYUKAI pelajaran Kimia dan Matematika, membuat Eka Rizkha Agustina terobsesi menjadi ahli forensik. Hal ini karena dia tertarik dengan berbagai hal tentang kimia dan matematika. Menurutnya, semua itu sangat berkaitan dengan ahli forensik merupakan profesi membantu proses penegakan keadilan, melalui proses penerapan ilmu atau sains.

Kembangkan Juga Hobi Petualang

Siswa Kelas XII MAN Bondowoso ini mengungkapkan, ketertarikan itu muncul ketika dirinya melihat kasus kopi yang menewaskan Mirna Salihin. Menurutnya, seorang ahli forensik sangat dibutuhkan. Sebab dalam kejadian itu, sangat minim bukti. "Sempat kesel melihat saya, dari situ saya tertantang tuk terjun langsung mendalami  ilmu tersebut".
Di kasus lain, ada sesuatu yang juga membuatnya terpikat. Seperti hal nya saat tes DNA dan RNA (Deoxyribonucleic Acid dan Ribonucleic Acid). Berbagai hal tersebut membuatnya ingin memperdalam lebih jauh lagi tentang ilmu kimia.Selain itu juga memperdalam ilmu biologi.
Rasa sukanya pada ilmu pasti, didorong dari pendidikan orang tua. Saat SD, orang tuanya memberikan jam belajar yang sangat ketat. "JAdi mungkin karena itu saya suka matematika, dan akhirnya sayan saat ini memilih jurusan IPA".
Salah satu didikan orang tua yang sangat diingatnya adlah tidak boleh bergantung pada orang lain. Sehingga ketika ada soal yang harus dikerjakan, dia bersungguh-sungguh mengerjakannya. walhasil, ketelatenan itu membuatnya mandiri dan lebih mengerti.
Begitu memasuki sekolah menengah keatas, dia ikut dalam tim Olimpiade Sains nasional (OSN) Kimia. Banyak hal yang bisa dipetik dalam kegiatan tersebut. Dengan belajar bersama, dia lebih cepat memahami pelajaran kimia.
Selain suka ilmu exact, permpuan asal Kejawan, Grujugan ini merupakan anak yang suka berpetualang. Karena itu, disekolahnya saat ini diaaktif di organisasi kepramukaan. Bahkan sejak kelas XI, dia dipercaya menjadi Pradana Dewan Ambakan Robitul Adawiyah.
Untuk hobi yang satu ini, dia mengaku juga sangat mendalami. Banyak hal menarik yang telah terukir selam aktif dalam organisasi kepramukaan. Salah satunya aladah pengalamannya mengikuti perkemahan. "Saat ada LP3 di STAIN Jember, saya juga ikut didalamnya".
LP3 atau Lomba Perkemahan Pramuka Penegak adalah kegiatan lomba yang sangat ketat. Saat itu bahkan dirinya bersama tim harus rela tidak bisa mandi berhari-hari. Hal itu karena padatnya acara. "Sampai empat hari, tapi kami fine-fine saja".
Eka rela melakukan semua itu, karena hobi. Sebab menurutnya #, sebuah petualng butuh pengorbanan dan butuh kerja keras. Namun di balik itu semua, dia mendapat pengalaman dan ilmu yang sangat banyak. "Seperti kedisiplinan merupakan salah satu hal yang sangat ditekankan2.
Kedepan, walau sudah menempuh kuliah, dia berprinsip ingin terus mengmebangkan hobi petualangnya itu. Hanya saja nantinya dalam hal apa, dia akan pikirkan saat kuliah. "Intinya hidup adalah petualangan, dan petualangan yang asik adalah petualangan yang memiliki tangan," pungkasnya. (hud/wah)



Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen,15 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar