BAGI Gita Purnama Dewi, masa muda diandaikannya seperti emas. Dimana dia tidak sesekali menyiakan-nyiakan masa muda. Salah satu hal yang tidak dia sia-siakan adalah pengalaman travelling. Dimasa mudanya saat ini, Gita sudah banyak melalangbuana ke berbagai tempay wisata.
Perempuan yang setiap harinya menjadi Customer Representative Telkom Bondowoso ini menuturkan, hobi travelling tersebut memang dipuas-puaskan saat masih muda. Sebab gambaran dalam benaknya, ketika seseorang sudah menjalin keluarga, maka waktu untuk travelling akan berkurang. "Kalau sudah keluarga, fokus ngurus suami dan anak tentunya".
Tak Ketinggalan Kunjungi Kawah Ijen
Selama ini, sudah banyak tempat wisata yang dikunjungi dara kelahiran 25 Juni 1991 tersebut. salah satu tempat favoritnya adalah Jogjakarta. Ditempat yang memiliki icon Jalan alioboro ini, banyak yang disukai. Mulai adat istiadat, suasana sampai orang-orangnya. "Proses jalannya kesana itu menyenangkan bagi saya, apalagi perjalanan itu dijalani dengan backpacker, lebih menyenangkan menurut saya".Berbagai perjalan itu, banyak dilakoninya semasa menempuh kuliah di Agribisnis Faperta Unej. Bersama teman-temannya sering kali dia melakoni perjalanan backpacker. Setelah selesai kuliah dan bekerja, rupanya hobi itu masih bisa dijalani, di sela-sela ada pekerjaan kantornya.
Misalnya perjalanan wisata ke B29 Lumajang, dia lakoni bersama teman-teman kantor. Dan memang saat itu ada launching salah satu BUMN untuk mempromosikan tempat wisata di Senduro, Lumajang tersebut.
Khusus untuk perjalananya ke B29 Lumajang, menurutnya sangan berkesan. Salah satunya adalah pengalaman saat hendak naik ke puncak. Seorang pengunjung diharuskan untuk naik ojek melewati jalan ekstrim. "Perjalanan ngeri-ngeri sedap, sebab pemandangannya asik namun jalurnya sangat terjal".
Dia menuturkan, saat naik ojek, harus jatuh beberapa kali. Hal itu karena memang niat dijatuhkan oleh tukang ojek, karena jalurnya sangat terjal. "Karena tebingnya yang curam, lebih dari seklai dia dijatuhkan, tapi asyik," akunya.
Selain ngeri-ngeri sedap, perjalanan wisata itu menurutnya sangat nekad. Betapa tidak, dia hanya menyewa tenda tanpa membawa peralatan memasak. Padahal untuk mengolah makanan, harus ada alat masaknya. "Untung ada tenda lain yang membawa, jadinya kami nebeng".
Alumnus S1 Agribisnis Faperta Unej ini melanjutkan, dari nebeng itu ada hikmah yang dipetik. Yakni mendapat kenalan baru. Karena berbagi alat, dia akhirnya bisa berkenalan dengan para penikmat alam lainnya. "Tenda ternyata membawaalat camping lengkap, jadi akhirnya kami bareng-bareng masak dan saling kenal,"
Setelah kuliah dan mendapat tugas di Bondowoso, membuat insting travelling nya tumbuh lagi. Karena ada di Bondowoso, Gita tidak menyia-nyiakan waktunya untuk berdiam saja saat liburan. Tentunya objek wisata andalan Bondowoso dia coba cicipi.
Dara yang lahir di Kota Jember ini mengunjungi Kawah Ijen dan beberapa air terjun yang ada di Sempol. Menurutnya, objek wisata yang ada di Bondowoso sangat mengagumkan.
Selain KAwah Ijen, rupanya dia juga sangat suka daya tarik air terjun dan home stay yang ada di perkebunan Kalisat, Jampit. Gita mengutarakan, beberapa kali dia mengunjungi berbagai air terjun yang ada di perkebunan Sempol. Menurutnya, wahana wisata alam Bondowoso sangat menyejukkan mata untuk refresing. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, Sabtu 06 Agustus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar