Sabtu, 11 Februari 2017
Takjub dengan Stasiun Bondowoso
ARSITEKTUR Belanda di bangunan Stasiun Bondowoso menjadi daya tarik tersendiri bagi Made Bhakti Dewantara. Hal yang membuat dia takjub karena stasiun non aktif tersebut masih terawat dan original. "Biasanya kan stasiun tak aktif, tak terawat. tapi stasiun Bondowoso hebatnya dirawat," ujarnya.
Made mengetahui lebih dekat Stasiun Bondowoso itu karena menjadi tempat acara musik dengan bintang tamu Citra Scolastika. Sehingga bagaimana stasiun yang dulunya berjaya di era penjajahan sebagai stasiun besar jalur Jember-Panarukan atau yang dikenal jalur daun emas tersebut masih terasa. Sebab, beberapa tempat masih asli dengan bangunan lama. Contohnya kecilnya adalah lantainya, yang masih dari ubin. padahal, saat ini sudah sangat jarang stasiun memakai ubin dan rata-rata pakai keramik.
Harus Sering Menggelar Even
Pria yang bekerja sebagai penyelia kredit Capem Bank Jatim Maesan tersebut mengapresiasi dengan ide Bupati Bondowoso Amin Said Husni. dengan menempatakan acara musik dengan bintang tamu Citra Skolastika finalis Indonesia Idol dengan single-nya Biarkan Ku sendiri di Stasiun Bondowoso. Keindahan stasiun tersebut rasanya tak salah PT KAI menjadikan Museum gerbong Maut Dan jadi museum milik PT KAI satu-satunya di Jatim.
Bagi dia adanya Stasiun Bondowoso yang dijadikan museum tersebut punya dampakmengenal lebih dalm per-Kereta Apian di Indonesia, di Bondowoso, serta mengetahiu sejarah Bondowoso dengan peristiwa heroik Gerbong Maut. Dampak lainnya akan menambah kunjungan wisawatan serta bertambah geliat perekomian di sekitar stasiun.
Agar Stasiun Bondowoso banyak dikunjungi, tentu salah satunya sering menggelar acara dan pihak stasiun membuka diri orang-orang yang ingin foto. "Acara pamera, acara pertemuan ataupun untuk lokasi preweding ini salah satu menarik perhatian masyakat berkunjung ke Stasiun Bondowoso yang kini menjadi museum," papar alumnus Universitas Jember (Unej) ini.
Berangkat dari pengalaman terawatnya Stasiun Bondowoso dengan difungsikan sebagai museum, alangkah baiknya stasiun yang tak aktif meniru Stasiun Bondowoso. "Tak perlu jadi museum, minimal dirawat dan difungsikan dalam berbagai hal," tambahnya. Contohnya jadi tempat foto selfie, ataupun ruang ruang petermuan tingkat desa dan tempat nongkrong. Sehingga kesan stasiun tak aktif tersebut tak lagi angker dan gelap. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Rabu, 12 Oktober 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar