Kamis, 09 Februari 2017

Pegawai Bank yang Bhayangkari


     DUA aktivitas itulah yang dilakukan Indah Putri Siswintari. Alumnus Fakultas Hukum Unej itu saben harinya memiliki dua seragam. Yakni pegawi Bank Jatim dan anggota bhayangkari. Dua kegiatan itu membuatnya sangat sibuk. Namun dia merasa menikmati kesibukan tersebut.

     Indah menuturkan, senini sampai jumat adalah waktu untuk berseragam pegawai bank. Saat weekend, yakni sabtu dan minggu, dia seringkali berseragam bhayangkari. Hal itu karena tuntutannya sebagai berikut istri seorang polisi.


Weekend untuk Kegitan Bhayangkari

     Dia memutuskan melepas lajang bersama brigpol Hermanto yang bertugas di Bondowoso. "Saya terlahir dari keluarga polisi jadi saya sudah terbiasa," Jelasnya.

     Konsekuensi untuk memutuskan sam-sama memiliki aktivitas, sudah dipikirnya matang. Salah satunya adalah jam kerja dan jam keluarga yang terkadang tidak kunjung ketemu. Dia menggambarkan sering kejadian saat pulangkantor suda malam. saat itu kebetulan sang suami sudah harus berangkat kerja karna ada panggilan dari kantornya. "Karena memang tugas suami adalah pelayanan dan pengayoman masyarakat, saya terima dan saya jalani dengan ikhlas," akunya.

    Dia sangat beryukur, beraktivitas menjadi pegawai bank mendapat dukungan penuh dari suami. Padahal, konsekuensi sebagai pegawai bank etiap harinya dituntut untuk menyelesaikan kegiatan yang bisa jadi sampai malam. "Kadang Maghrib saja belum selesai," jelasnya.

     Setiap harinya, Indah berangkat pagi. Saat pulang malam harinya., dia smbil membawa makan malam. Hal itu dirasa sudah sebagai tugas sebagai istri dan ibudari anaknya. "Aku enjoy saja menjalaninya," ujarnya ibu dari Razka Akbar Yugo Hermanto ini.

     Perempuan yang tinggal di Perum Taman Mutiaraini mengaku, walau sibuk saat weekend, kegiatan bhayangkari baginya menjadi kewajiban. Karena baginya hal itu adalah bentuk dukungan kepada suaminya.

     Selain itu dia mengaku dalam kegiatan bhayangkari, banyak hal yang di dapatnya. Salah satunya tentang pembelajaran Master of Ceremony (MC). Sebab bhayangkari pernah melakukan lomba MC yang baik.

     Baginya menjadi MC adalah hal yang baru, sebab selama ini memang dirinya tidak pernah terlibat pada pembacaan MC di suatu acara. Namun ketika di terima kerja di Bank Jatim, ternyata pengetahuan ini sangat perlu. "Sehingga sangat sinkron dengan pekerjaan saya , saya sangat senang," akunya.

     Hal ini yang didapat dari bhayangkari adalah tentang pengetahuan kinerja suami. Dengan altif di bhayangkari dia menjadi tahu ritem kerja sang suami dan ilmu kepolisian. Semakin tahu, maka dia semakin bisamemotivasi sang suamidalam pengabdian pada Negara. (dwi/wah)

Sumber : Jawa Pos Radar Ijen Selasa, 08 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar