BISA mandiri dengan memiliki penghasilan sendiri, merupakan kebanggan Hefryn Widyaratna. Kemandirian itulah yang sudah menjadi cita-citanya semnjak duduk di bangku kuliah. Setelah menyelesaikan studi S1 di bidang akuntansi, dia langsung menemukan pekerjaan. Sampai kini.
Perempuan kelahiran Bondowoso ini menceritakan, cita-cita kemandirian itu sudah ada di benaknya sejak sebelum kuliah.
Perilaku Tentukan Terkabul Tidaknya Doa
Dia berpikir, seorang masa kini tidak boleh bergantung. Paling tidak, hatus bisa mengurus diri sendiri, lebih-lebih keluarganya. "Karena berpandangan seperti ini, sejak masuk kuliah saya berpikir nantinya saya harus bekrja."Setelah menyelesaikan studi di SMAN 2 Bondowoso, Hefryn lantas memilih jurusan S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi Unej. Dia berfikir jurusan ini memiliki peluang untuk mencari kerja lebih luas. Dia menyelesaikan S1 2014 lalu. Di tahun yang sama, dirinya sudah bisa memulai kerja di Customer Representative Telkom Bondowoso.
Dengan raihan itu, putri sulung dari tiga bersaudara ini sangat bersyukur. Paling tidak begitu selesai kuliah, dirinya sudah memiliki penghasilan sendiri. Sebagai saudara tertua dalam keluarga, dia berpikir harus bisa memberi manfaat kepada saudara yang lebih muda. "Dengan saya bekerja, saya bisa mnegurus diri sendiri, lebih-lebih bisa membantu keluarga, apalai ayah sudah meninggal,"
Raihan pekerjaannya saat ini, kata dia, merupakan salah satu dari sekian banyak bait doa yang terkabilkan. Hefryn memiliki keyakinan, doa merupakan salah satu langkah yang paling ampuh. Sebab dengan kekuatan doa, membuat sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, menjadi mungkin. "Tidak ada yang tidak mungkin, selama mau berusaha dan yakin dengan kekuatan doa,"
Sebab telah basnyak kisah yang dijalaninya selama ini sebagai pembuktian doa. Karena itu, menurutnya kewajiban orang hidup adalah berusaha dengan disertai doa. "BAnyak sesuatu yang kadang mustahil untuk diraih, bisa dicapai dengan doa".
Selain itu, perilaku dalam hidup juga menentukan terkabul atau tidaknya doa. Sebab Hefryn memiliki keyakinan, barang siapa menanam, pasti akan menuai. Ketika yang ditanam adalah kebaikan, maka akan menuai kebaikan pula. "Begitu juga sebaliknya, makanya harus pandai-pandaiberbuat baik".
Hefryn menambahkan, dia sangat bersyukur dengan posisi oekerjaanya saat ini. Sebab bagianyang dikerjalannay menuntut untuk terus berinteraksi sosial.
Kebanyakan adalah tentang pelayanan keluhan. Posisi ini baginya justru menyenangkan. Sebab bia berinteraksi dnegan abanyak orang. "Bertemua orang yang berbeda-beda karakternya itu asik dan menarik".
Selain fokus dalam pekerjaan utamanya, saat ada waktu luang, dia juga menyempatkan untuk mengembangkan potensinya. Dengan background akuntansi, dan terkadng melakukan pendampingan. Pendampingan ini dilakukan di salah satu koperasi wanita. "Sudah sejak saat kuliah dahulu saya melakukan pendampingan".
Baginya menjadi wanita karir, adalah pilihan dalam hidup. Sebab berkarir adalah proses pengembangan potensi diri dan kualitas diri. NAmun sebagai
wanita, tidak boleh terlena dengan karir yang dicapai, tanpa mengindahkan kodrat kewanitaannya. "kodrat wanita sebenarnya tidak boleh ditinggal, aspek dunia
dan akhirat tercapai". (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 12 Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar