Selasa, 14 Februari 2017

Ikut Tabur Bunga


PADA peringatan hari santri nasional akhir pekan lalu, Fira Hofiyatus Sobriyah turut serta melakukan pembagian bunga. Bunga itu dibagikan pada pengendara sekaligus selebaran tentang Hari Santri Nasional. Dia membagikan bunga atas nama Korps PMII  Putri.

Menurutnya terbentuknya PMII dan Kopri dipastikan ada campur tangan santri didalamnya. Sehingga pihaknya melakukan aksi bagi-bagi bunga dalam hari santri. Apalagi dirinya sendiri adalah santri. "Saya alumni Sukerejo Situbondo," jelasnya.


Menjadi Mahasiswa saja Tidaklah Cukup

selain itu, adanya aksi pembagian itu sebagai apresiasi semangat pemerintah untuk memperingati hari santri sebagai hari besar. Dengan adanya peringatan itu, perjuangan santri semakin dikenang dan semakin terasa dalam merebut bangsa indonesia.

Menurutnya saat ini perbedaan hanyalah perjuangan. Dimana perjuangan yang dihadapi saat ini era saat ini bukan lagi dengan sejata. Namun dengan ilmu pengetahuan. Karena itu para generasi muda jangan lelah mencari ilmu. Sampai setinggi mungkin.

Perempuan asal Taman Krocok yang saat ini duduk di bangku semester 3 Pendidikan Agama Islam STAI At Taqwa Bondowoso itu menegaskan, dirinya ingin mendedikasikan diri menjadi dosen. Sebab profesi itu bisa menjadi media mentransferkan ilmu. "Prinsip saya aku bergerak maka aku ada," jelasnya.

Bergerak yang dimaksud adalah eksistensi. Seperti halnya maksudnya eksis dalam organisasi. Dia ingin bereksistensi. Sebab ketika seseorang ikut organisasi, maka akan menemukan banyak manfaat didalamnya. "Intinya saya ingin berproses," tegasnya.

Apa yang dilakukan  saat ini adalah proses. Dimana ketika proses itu dilakukan denngan sungguh-sungguh, maka akan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena hasil tidak akan pernah menghianati proses.

Menurrutnya, predikat mahasiswa itu tidak cukup. Harus ada ilmu yang didapatkan dari luar kampus. Dalam prestasi, apa yang ada di bangku kuliah hanya 25 persen. Selebihnya harus mencari sendiri diluar. Beberapa diantaranya adalah dengan berorganisasi, membaca dan berdiskusi
Proses itu kata dia, juga sebagai upaya meraih cita-cita. Dimana seseorang harus berwawasan luas. Jalannya dengan menyerap apa yang ada disekitar. Baik dari buku maupun dari masyarakat. Sehingga ketika wawasannya luas, nantinya bisa menjawab berbagai tantangan jaman yang dihadapi.

Dia menilai, di era globalisasi seperti saat ini, persaingan semakin ketat. Dimana seseorang di tuntut untuk bisa bersaing,. Utamanay dalam pekerjaan. Sehingga kualitasnya lah yang diperlukan. Sebab ketika seorang teruji kualitasnya, maka dimanapun berada maka keberadaannya dapat dirasakn manfaatmnya.

Selain berorganisasi, Fira juga menyukai travelling. Khususnya di Bondowoso dia sangat suka suasana pegunungan yang tersaji. Mulai dari Kawah Ijen, Kawah Wurung dan berbagai pesona wisata alam yang tersaji. " Travelling itu bisa me-refresh pikiran, jadi saya suka," tandasnya. (hud/wah)



Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Selasa, 25 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar