Jumat, 24 Februari 2017

Ingin Ada Kampung Inggris


BONDOWOSO memang kota kelahiran Anggia Laras Putri. Namun, dia pernah tinggal di Sumatra dan tak jarang ke Kediri dan Jombang. Melihat ragam potensi yang ada di Bondowoso, dara manis asal tenggarang tersebut memiliki keyakinan kota Gerbong Maut bisa membuat kampung Inggris di pare, Kediri.
Kediri, khusunya kecamatan Pare merupakan daerah yang tak asing lagi bagi Anggia. Sebab hampir setiap tahun dia bolak-balik ke Kediri. "Bapak saya asli Jombang dan ibu saya asli Pare Kediir. Jadi tahu tentang kampung Inggris di Pare," ujarnya.

Ponpes Harus Menambh Bahasa

Jika Pare hanya sebuah kecamatan, tentu Bondowoso untuk membentuk kampung Inggris.
Mendengar awal mula cerita kampung Inggris di Pare, ada orang yang bernama Kalend osen. Dia bukan orang bule tapi orang Indonesia yang menimba ilmu di Pesantren di Pare. Menguasai bahasa Inggris, kata Anggia, Kalend mulai membuka kelas bahas Inggris secara gratis di ponpes tersebut. Melihat potensi Bondowoso, dia menilai bahwa berbagai potensi adanya Ponpes bisa dibuat untuk mengembangkan kampung Inggris.
Justru menurut Anggia, Bondowoso punya potensi lebih dari pada Pare, Kediri. Yakni punya destinasi wisata dunia. "Turis asing sudah banyak yang datang ke Bondowoso," paparnya. Banyaknya kunjungan bule, setidaknya warga Bondowoso tak asing dengan bahasa Inggris. Bahkan, pasti ada juga warga Bondowoso yang mahir berkomunikasi turis asing dengan bahasa Inggris itu.
Namun yang perlu digali adalah apakah ada sosok orang Bondowoso ynag onsen mengajar bahasa Inggris secara gratis. Tak kalah penting juga bagaimana respon masyarakat Bondowoso untuk diberi pelajaran Bahasa Inggris. Kesuksesan Pare, kata perempuan 27 tahun ini, bisa jadi karena Sumber Daya Manusia (SDM) menerima adanya ilmu yang baru seperti bahasa Inggris.
Diketahui sendiri banyak Ponpes masih tetap menerapkan bahas arab sebagai bahasa tambahan yang harus dikuasai. Namun, alangkah baiknya juga ditambah dengan Bahasa Inggris. Sebab Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. "Bahsa arab juga baik dan harus dipertahankan di ponpes. Alangkah baiknya ditambah dengan Bahasa Inggris," ujar Anggia. Jika semua ponpes di Bondowoso mewajibkan santrinya menguasai bahsa Ingris bukan tidak mungkin Bondowoso jadi Kabupaten Inggris melebihi sebuah kampung Inggris.
Harapan Anggia Bondowoso jadi kampung Inggris juga di kembalikan ke masyarakat Bondowoso juga. "Apakah menerima atau tidak," imbuhnya. Bagi perempuan yang bekerja di Bank JAtim Bondowoso ini, agar Bondowoso ini, agar Bondowoso lebih maju lagi jangan tinggalkan pengembangan SDM. (dwi/wah)




Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 13 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar