Selasa, 07 Februari 2017
Banyak Aktifkan Pemuda
BAGI Saudia Yourdan Islami Taufik, menggerakkan para pemuda menjadi hal yang asyik. Statusnya yang saat ini menjadi Lurah Nangkan, tidak menyurutkan semangatnya dalam berkiprah di dunia anak muda.
Terbukti, dia aktif di berbagai komunitas anak muda. Beberapa diantanya adalah kegiatan molong sarka yang dilakukan di Alun - alun Ki Ronggo dan kegiatan Forum Anak Bondowoso (FAB). Selain itu dia juga support kegiatan Bondowoso Night Run, komunitas Kurma, dan Bondowoso Berbagi.
Ternyata ada tujuan tersediri dari keaktifannya dalam berorganisasi. Dia ingin mengetahui perkembangan anak muda Bondowoso untuk dijadikan referensi pembangunan Bondowoso.
Puas Jika Ikut Memajukan Kota Tercinta
Sebab indikator sebuah pembangunan daerah dimasa depan adalah para pemudanya. "Ketika pemudanya cerdas dan aktif, maka pembangunan bisa dipastikan akan lebih baik," tegasnya.
Alumnus STPDN ini mengungkapkan, dari aktifitasnya di berbagai komunitas kepemudaan, dirinya bisa membuat referensi. Hal ini akan sangat penting ketika ada peluang saat rapat di pemda. Sebab referensi itu bisa menjadi dasar masukan kebijakan pemda kedepan. "Karena selam ini Bondowoso masih mengabadikan hak-hak dan kepentingan anak juga pemudanya," tegasnya.
Selain, keinginan untuk bergabung dengan para komunitas muda tidak lain karena panggilan jiwanya. Sebab dari berbagai aktifitas itu, ada kepuasaan tersendiri. Apalagi dirinya bisa langsung berkomunikasi dengan masyarakat. "Bisa membuat berbuat untuk membantu sesam tanpa ada kepentingan lain-lain, non profit pastinya," tegasnya.
Pemuda Bondowoso sejatinya tidaklah se-melempem yang dipikirkan masyarakat pada umumnya. Sebab dia melihat sendiri bagaiman pergerakan para pemuda Bondowoso. Dia melihat para Pemuda Bondowoso memiliki semangat membangun kota tercinta walau di tengah keterbatasan fasilitas yang ada. "Jika melihat perkembangan kota-kota lain, mungkin fasilitasnya berbeda, namun pemuda Bondowoso mampu berbuat walau fasilitasnya minim," tegasnya.
Dia melihat, berbagai kota lain kemasan pembangunannya sudah bisa memberikan fasilitas bagi para pemudanya dengan maksimal. Sehingga para pemuda bisa melakukan untuk kemampuan sesuai dengan kemahirannya ditempat yang telah disediakan. Namun di Bondowoso, hal itu belum maksimal. Selain itu dari segi kultur, geografisnya maupun kemajuan pembangunannya memang Bondowoso kalah dengan kabupaten lain. "KArena keterbatasan itu, para pemudanya dituntun harus benar-bnar mahir," tegasnya.
Sementara pada berbagai kegiatan komunitas itu, seringkali dirinya menjadi suporter. Artinya menjadi salah seorang menjadi salah seorang yang didorong suksesi sebuah acara. Menurutnya, ketika ada sebuah kepuasan yang didapat, walau ada pengorbanan ini bukanlah sesuatu yang berarti. "Sebagai anak Bondowoso, saya akan puas bisa ikut memajukan kota kelahiran tercinta ini," pungkasnya.. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Selasa, 27 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar