MEMILIKI orang tua yang bekerja di akntor setiap hari, membuat Sofie Adie Kurniawan terobsesi menjadi pegawai kantoran. Obsesinya itu saat ini menjadi kenyataan. Dirinya menajdi salah satu pegawai di Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Bondowoso.
Harus Sukses Dunia Akhirat
Perempuan yang ini sudah dikaruniai dua orang anak ini mengungkapkan, selain terobsesi menjadi pegawai kantoran dia juga menyukai pertanian. "Karena saya perempuan, saya ingin menjadi pegawai kantoran dibidang pertanian," ujarnya.Untuk mewujudkan cita-cita itu, setelah lulus SMA, dia melanjutkan stui di Fakultas Pertanian Unej. Diambilnya jurusan Agribisnis. Disitulah insting tentang pertanian pertanian dia asah. "Saya teringat, dulu saat awal masuk Unej saya lewat jalur PMDK, jadi tidak usah tes," jelasnya.
Menurutnya, pertanian adalah mayoritas pekerjaan masyarakat Bondowoso. Karena itu, tidak salahdia ingin kiranya dirinya ingin memperdalam pertanian. itung-itung bisa bekerja dan mengembangkan diri dibidang pertanian usai kuliah. "Pertanian itu assik dan menarik menurut saya".
Perempuan yang menunaikan ibadah haji pada 2013 ini mengapresiasi ketika kabupaten Bondowoso konsen terhadap pertanian. Sebab memang pertanian memiliki kekuatan yang mengakar di masyarakat. harapannya ketika pemerintahan konsen mengebangkan produksi pertanian, maka akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Seperti saat ini, dibidang pertanian, Bondowoso sudah selangkah lebih maju. Sebab padi Bondowoso sudah mendapat sertifikat nasional. Tahun ini, sertifikat itu mencoba untuk ditingkat kan lebih tinggi lagi ke ranah nasional. "Harapannya percepatan ini bisa ditangkap oleh petani dan bisa menjadi sebuah peluang".
Selain suka pertanian, perempuan kelahiran 30 April 1982 ini memiliki motivasi sukses dunia akhiratBahkan hal itu menjadi sebuah cita-citanya. Sebab kesuksesan itu tidak akan ada artinya jika hanya didunia saja, tamnpa diimbangi dengan kesuksesan akhirat. "Dalam penerapannya, diorientasikansenmua untuk ibadah".
Menurutnya, niatan itu peru ditanamkan pada setiap jejak langkah seseorang. Sehingga dalam menggapai kehidupan, tidak menjadi timpang. Hal itulah yang saat ini diajarkan kepada ank-anaknya. Sebab anaknya tidak hanya pandai dalam menggapai dunia saja kelak saat besar, menlainkan juga menjadi orang ahli ibadah.
sofie berprinsip, setiap melakukan sesuatu harus maksimal. Minimalkan berusaha melakukan yang terbaik dlam setiap kesempatan. Hal ini karena ketika tidak memiliki keempatan yang sama, maka seseorang tidak pernah ada kata menyesal dalam hidup. "Sehingga semua pengalaman hidup itu menarik," jelas istri Dwi Hariyadi ini. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 19 Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar