Senin, 27 Februari 2017

Suka Kereta Api


VITA Fatimah AnnadaPutri merupakan remaja yang sangat menyambut baik hadirnya Museum Kereta Api di Bondowoso. Sebab dirinya selama ini merupakan anggota Komunitas Railfans Daop 9 Jember. Dia menjadi anggota komunitas saat awal menempuh kuliah di Unej.
Saat peresmian Museum Kerta api Bondowoso Rabu lalu (17/8), gadis asal Badean Bondowoso ini turut hadir.

Upload Lokomotif Tua

Dia diundang atas nama komunitas railfans daop 9 Jember. Sebagaiinsan yang memiliki ras suka yang dalam terhadap kereta apai, adanya museum itu memberi warna tersendiri. "Bagi saya, kereta api itu asyik, dan kerena itusaya juga naik kerta api sampai mempelajari sejarah kerta api," akunya.
Dengan adanya museum itu kata dia, ruhkereta api-an di Bondowoso serasa hidupkembali. Sebab masa kecil dahulu, dia sering kali naik kereta api dari Bondowoso. Saat itu, jalur kereta api Bondowoso-Jember masih aktif. "Sayasering naik kereta api bersama orang tua," ujarnya. 
Dia pun bergabung dalam komunitas pecinta kereta api pada 2009 lalu.Saat itu dia masih duudk di bangku kelas XI MAN Bondowoso. Dia dikenal dengan komunitas Railfans Daop 9 Jember dari majalah Kereta Api Indonesia.
Tahu ada komunitas itu, dia lantas mencari di media sosial. Dari situ, Putri terhubung dengan anggota komunitas tersebut. Selanjutnya saat ada liburan, dia bergabung dengan anggota komunitas di Jember.
Diapun semakin getol ketikadirinya meneruskan studi di Unej. Sebab jaraknya semakin dekta. Putri mengungkapkan, ketertarikannya kepada kereta api karena adanya kereta api merupakan transportasi yang unik. Selia itu karena nyaman. Sejak bergabung dengan Komunitas Rilfans Daop, menjadikannya lebih sering naikkerta api. Hal itu karena ada acara gatheringantara pecinta kereta api. "Kadanga hanya di Rambipuji, namun kadang bisa sampai Banyuwangi," jelas mahasiswi fakultas hukumini.
Bnayak hal yang dilakukan dalma komunitas itu. Dia bisa naik kereta api, bisa motret kereta api bahkan bisa ikut membersihkan gerbong kereta api. Khusus untuk teknik ambil gambar, menjadi kesukaanya tersendiri. Biasanya dia memiliki angle yangmenarik saat mengambil gambar. "Sehingga hasilnya bisa membuat puas yang melihat," ucapnya.
Untuk pengambilan gambar yang dia suka, adalah mengambil gambar lokomotif tua. Denganpengmbialn sudut yang menarik, menghasilkan sudut pandang menarik juga. Hal itu, lantas di upload di media sosial miliknya.
Saking sukanya kepada kereta api, dia sempat memili cita-cita menjadi seorang masinis. Namun karena tidak ada masinis perempuan, dia cukupkan cita-cita menjadi seorang pegawai kereta api. "Ya dari faktor itu saya menggantungkan cita-cita menjadi pegawai kereta api," pungkasnya. (hud/wah)



Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen,20 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar