Selasa, 28 Februari 2017
Gabung Organisasi Itu Asyik
USIA Fatimatuz Zahrah memang tak lagi muda. Namun semnagat perempuan 40 tahun ini untuk berorganisasi terus menggelora. Asam manisnya berorgabnisasi sudah diraskan. Dia pun ingin agar kaum perempuan muda jangan takut berorganisasi.
Fatimatuz kini aktif di ANkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Namun, sebelum menginjak ke organisasi di bawah partai politik dia sering terlibat aktif organisasi, baik saat sekolah ataupun masyarakat.
Ayo Kuliah, Jangan Minder
ORANG tua menjadi faktor penting untuk kuliah anaknya. Tak hanya dari sisi ekonomi saja, lebih adari itu orang tua harus dukung anaknya kuliah dan orang tua harus punya wawasan lebih terhadap perguruan tinggi. Onilah pengalaman Aulia Rafikasari saat berkunjung ke sekolah di Bondowoso.
Senin, 27 Februari 2017
Lestarikan Hutan Bersama
FUNGSI hutan amatlah penting bagi kehidupan du muka bumi ini, termasuk untuk manusia yang ada di dalamnya. Dasar inilah yang ada didalamnya. Dasar inilah yang membuat Moh Ajib, Waka Perhutani Situbondo KPH Bondowoso konsen terhadap keamanan hutan di wilayah perhutani KPH Bondowoso. Merangkul elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga hutan.
Ajib menjelaskan fungsi hutan itu banyak. Yang paling dirasakan bagi kehidupan diantara, penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida atau lebih dikenal sebgai paru-paru dunia.
Suka Kereta Api
VITA Fatimah AnnadaPutri merupakan remaja yang sangat menyambut baik hadirnya Museum Kereta Api di Bondowoso. Sebab dirinya selama ini merupakan anggota Komunitas Railfans Daop 9 Jember. Dia menjadi anggota komunitas saat awal menempuh kuliah di Unej.
Saat peresmian Museum Kerta api Bondowoso Rabu lalu (17/8), gadis asal Badean Bondowoso ini turut hadir.
Sabtu, 25 Februari 2017
Obsesi Pekerja Kantoran
MEMILIKI orang tua yang bekerja di akntor setiap hari, membuat Sofie Adie Kurniawan terobsesi menjadi pegawai kantoran. Obsesinya itu saat ini menjadi kenyataan. Dirinya menajdi salah satu pegawai di Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Bondowoso.
Bertemu Anak se Indonesia
MENJADI aktifis, merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri bagi Merry shinta Dewi. Selama ini, dia aktif di organisasi anak, yakni di Forum Anak Indonesia (FAI). Baru-baru ini, dara asal Sekarputih ini menjadi wakil Bondowoso pada puncak peringatan hari anak nasional di Taman Safari II Prigen.
Dalam agenda ini, dia menjadi satu-satunya wakil Forum Anak Bondowoso.
Jumat, 24 Februari 2017
Obsesi Jadi Ahli Forensik
MENYUKAI pelajaran Kimia dan Matematika, membuat Eka Rizkha Agustina terobsesi menjadi ahli forensik. Hal ini karena dia tertarik dengan berbagai hal tentang kimia dan matematika. Menurutnya, semua itu sangat berkaitan dengan ahli forensik merupakan profesi membantu proses penegakan keadilan, melalui proses penerapan ilmu atau sains.
Ingin Ada Kampung Inggris
BONDOWOSO memang kota kelahiran Anggia Laras Putri. Namun, dia pernah tinggal di Sumatra dan tak jarang ke Kediri dan Jombang. Melihat ragam potensi yang ada di Bondowoso, dara manis asal tenggarang tersebut memiliki keyakinan kota Gerbong Maut bisa membuat kampung Inggris di pare, Kediri.
Kediri, khusunya kecamatan Pare merupakan daerah yang tak asing lagi bagi Anggia. Sebab hampir setiap tahun dia bolak-balik ke Kediri. "Bapak saya asli Jombang dan ibu saya asli Pare Kediir. Jadi tahu tentang kampung Inggris di Pare," ujarnya.
Kamis, 23 Februari 2017
Perempuan Harus Mandiri
BISA mandiri dengan memiliki penghasilan sendiri, merupakan kebanggan Hefryn Widyaratna. Kemandirian itulah yang sudah menjadi cita-citanya semnjak duduk di bangku kuliah. Setelah menyelesaikan studi S1 di bidang akuntansi, dia langsung menemukan pekerjaan. Sampai kini.
Perempuan kelahiran Bondowoso ini menceritakan, cita-cita kemandirian itu sudah ada di benaknya sejak sebelum kuliah.
Wujudkan Mimpi Bisa Terbang
TERBANG melayang melihat keindahanalam dari ketinggian menjadi impian tersendiri bagi Basil RAbbani El Mofid. Dan kemarin, mahasiswaD3 Parawisata Unej asal Sekarputih Tegalampel ini bisa mewujudkan mimpinya ini bisa mewujudkan mimpinya itu. Sebagai pilot siswa, dia memang harus melakukan first jump atau terbang perdana di Gunung BAnyak, BAtu. "Rasanya latihan bermingggu-minggu di LApangan Wonosuko Tamanan terbayarkan ketika saya bisa terbang sendiri meski tetap dibawah arahan infrastruktur," kata Roby, panggilan akrabnya. Usai melakukan fisrt jump itu, semangat Roby semakin menggebu untuk mewujudkan mimpinya menjadi atlet Paralayang Bondowoso. "Yang pertama memang harus kuliah, namun yang utama ya menjadi atlet untuk kemjuan Bondowoso," kata alumnus Gontor ini. (wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 11 Agustus 2016
Rabu, 22 Februari 2017
Orang Tua Kunci Sukses
SURGA ada ditelapak kaki ibu, ungkapan inilah yang berati bahwa orang tua itu penting bagi kehidupan. Demikian pula untuk Friska Pradasari yang yakin sesuatu dari orang tua itu mendapatkan barokah. "Tak hanya pemberian baraang yang barokah, perkataan orang tua juga barokah," jelasnya.
Obsesi Jadi Polwan
MENGIDOLAKAN polisi membuat Lintang enjang Ramadhani memiliki obsesi menjadi polwan. Cita-cita itu sudah dimulainya sejak kecil. Dia ingin mengabdikan diri kepada warga negara. Salah satunya ingin menjadi polisi wanita.
Bagi dara yang kini duudk di bangku sekolah menengah kejuruan itu, menjadi seorang polisi adalah keinginan terbesarnya. Hanya saja yang sesuai dengan kejuruan yang kini di dalaminya., yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Selasa, 21 Februari 2017
Maksimalkan Waktu Muda
BAGI Gita Purnama Dewi, masa muda diandaikannya seperti emas. Dimana dia tidak sesekali menyiakan-nyiakan masa muda. Salah satu hal yang tidak dia sia-siakan adalah pengalaman travelling. Dimasa mudanya saat ini, Gita sudah banyak melalangbuana ke berbagai tempay wisata.
Perempuan yang setiap harinya menjadi Customer Representative Telkom Bondowoso ini menuturkan, hobi travelling tersebut memang dipuas-puaskan saat masih muda. Sebab gambaran dalam benaknya, ketika seseorang sudah menjalin keluarga, maka waktu untuk travelling akan berkurang. "Kalau sudah keluarga, fokus ngurus suami dan anak tentunya".
Ada Makna di Balik Tarian
DUNIA tari tak asing bagi Linda Fatmawati. Dia tiada ada bosan-bosanya di seni tari, mulai dari SD,SMP,SMA hingga usai lulus sekolah pun tetap menari. Meski, saat ini disibukkan bekerja di bagian operasi dan pemeliharaan Dinas Pengairan Bondowoso, ketertarikan seni tari tak luntur.
Bagi dia menari tak sekedar seni saja, tari bagi dia sesuatu yang lebih. Bisa membuat bahagia, menyehatkan, juga larut dalam menghayati leluhur bangsa ini.
Senin, 20 Februari 2017
Harus Cepat Adaptasi
MENJADI karyawati Bank Jatim Bondowoso membuat Chorry, harus cepat beradaptasi. Karena Warga Dukuh Surabaya itu memiliki latar belakang sebagai ahli pengobatan. Chorry yang alumni SMA Trimurti Surabaya itu melanjutkan pendidikan di Unair Surabaya dengan menempuh pendidikan di fakultas kedokteran jurusan D III Herbal. "Makanya saya harus berusaha adaptasi pda dunia kerja di perbankan ini," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Hidup harus Di-manage
TUNTAS menjalani studi S1, Esti Rahmaniah langsung meniti karirnya di lingkungan Pemkab Bondowoso. Saat ini, dia bertugas di bagian staf usaha tani Dinas Pertanian Bondowoso. Dalam menjalani hidup, alumnus IPB ini menerapkan Manajemen hidup. Hal itu sebagai cita-cita untuk menjadikan hidup lebih terarah dan tertata.
Seperti setahun belakangan ini, dara yang akrab disapa Esti ini memiliki kecenderungan berbelanja. Karena yang lagi ngetren saat ini adalah belanja online, dia sempat ikut-ikutan belanja online. Berbekal berbagai penyedia online shop.
Calon Ibu Harus Pandai Atur Keuangan
Sabtu, 18 Februari 2017
Rindu Pasar Induk
BAGI seorang ibu rumah tangga, belanja kebutuhan di pasar tradisional apalagi pasar
terbesar di Bondowoso mempunyai nilai tersendiri. Selain ada kepuasan juga bebas memilih
belanjaan yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Pun demikiandengan Desy Elok seorang
ibu yang tiap hari bekerja di Satpol PP Pemkab Bondowoso.
Menurut dia, banyak orang yang menilai belanja di Bondowoso tidak puaskarena tak seperti di kota-kotabesasr. Persepsi tersebut, kata Elok, bisa jadi karena mereka adalah orang kota Bondowoso. "Kalau orang pedesaan merasa senang belanja di kota Bondowoso,"ujarnya. Sehingga, bagaimana menjadi orang Bondowoso ini belanja di daerah sendiri.
Bersyukur dapat Beasiswa
TAHUN ini menjadi tahun yang tak terlupakan bagi Novi Anggraeni. Sebab berkat ketekunannya, dia kini bisa mengenyam kuliah di jalur beasiswa. Dara asal Dusun Cermee, Desa Pekalangan, Tenggarang ini, bisa kuliah di Universitas Trunojoyo (Unijoyo), Madura karena mendapat beasiswa Bidik Misi.
Raihan beasiswa itu, karena dia karena hasil tesnya saat masih duduk di bangku kelas XII SMK NU Tenggarang. Saat itu, tidak hanya dirinya yang mengikuti tes. Namun dari sekian banyak temannya, dia menjadi salah satu dari dua orang yang terpilih. "Saya sangat bersukur," ujar alumnus SMPN 1 Tenggarang ini.
Jumat, 17 Februari 2017
Aktivis itu Nasionalisme
MENJADI aktivis tidak adadalam benak Afrika Duri saat duduk di bangku SMA. Setelah masuk ke kampus At Taqwa, dia gabung organisasi ektra dan meraskan enaknya jadi aktivis. Bukan untuk diri sendiri tapi bangsa.
Momen hari sumpah pemuda pada 28 Oktober kemarinmenyerukanmakna sumpah pemuda dan sebagai pemuda jangan mudah bercerai berai gara-gara perbedaan agama, budaya, daerah, hingga hobi. "Gara-gara hobi saja bisa bertengkar," terangnya.
Obsesi jadi Pramugari
SAAT ini Agustin Saputri Wijayanti sedang mendalami broadcast televisi. Namun dirinya memiliki cita-cita menjadi pramugari. Cita-cita itu sudah digantungkannya sejak kecil. Dia berpendapat menjadi pramugari adalah profesi yang menyenangkan karena bisa keliling dunia.
"Pramugari dalam benak saya adalah profesi yang elegan," jelas perempuan asal Kademangan tersebut. Profesi pramugari adalah pekerjaan yang diharapkannya kelak, sebab dirinya memang berkeinginan untuk keliling dunia. Minimal dengan profesinya, dia bisa melakukannya.
Kamis, 16 Februari 2017
Belajar Fahmil Quran
SALAH satu konsentrasi Fi’satil Kamilah adalah belajar Fahmil Qur’an atau memahami Alquan. Konsentrasi itu bnar-benar ditekuni saatdirinya terpilih menjadi tim Musyabaqoh Fahmil Quran (MFQ) di sekolahnya.
Menurut dara yang kini duduk dibangku kelas XI MAN Bondowoso tersebut, memahai Alquran adalah hal yang sangat menarik. Karena itu, dirinya sangat bangga ketika terpilih menjadi salah satu degelasi tim MFQ. Sebab bisa memahami Alquran memang sudah menjadi niatannya sejak lama.
Cintai Lingkungan Sekitar
MEYTA Yuandari menganggao Bondowoso sebagai daerah yang damai, sejuk, rindang,segar, dan jauh dari hiruk pikuk kemacetan. Walau begitu, dia menilai masyarakat jangan terlena menikmati itu semua. Minimal mereka harus lebih mencintai lingkungan. Karena kota Gerbong Maut ini masuk sebagai daerah rawan bencana.
Perempuan asal Banyuwangi dan kini tinggal di Jambesari tersebut mengaku, ada ketenangan tersendiri selama hidup di Bondoso. Sejak bekerja di Palang merah indonesia (PMI), dia tidak hanya belajar mengenai darah dan kemanusiaan, tetapi juga kebencanaa. " Ya selama ada bencana, PMI juga menjadi relawan kebencanaan," katanya.
Selasa, 14 Februari 2017
Ikut Tabur Bunga
PADA peringatan hari santri nasional akhir pekan lalu, Fira Hofiyatus Sobriyah turut serta melakukan pembagian bunga. Bunga itu dibagikan pada pengendara sekaligus selebaran tentang Hari Santri Nasional. Dia membagikan bunga atas nama Korps PMII Putri.
Menurutnya terbentuknya PMII dan Kopri dipastikan ada campur tangan santri didalamnya. Sehingga pihaknya melakukan aksi bagi-bagi bunga dalam hari santri. Apalagi dirinya sendiri adalah santri. "Saya alumni Sukerejo Situbondo," jelasnya.
Money Politik Itu Pembodohon
BAGUS Riskiyah memang bukan politisi ataupun pengamat politik. Tapi, pendapatnya tentang perpolitikan khususnya pedesaan sedikit banyak dia pahami mahasiswi At Taqwa ini. Satu hal politik yang tak dia disukai adalah money politik.
Menurut dia, pendidikan politik politik politik memang tidak seperti orde baru, kini banyak orang yang paham bahkan orang pedesaan yang setiap hari ke sawah tahu informasi tentang perpolitikan.
Senin, 13 Februari 2017
Uniknya Megasari
LIZ Andriana menjadi buah bibir dalam kejuaran Paragliding Trip of Indonesia (Trol) akhir pekan lalu. Dia adalah salah satu peserta yang pernah menghiasa podium juara dunia. Bahkan tidak hanya sekali, namun tiga kali berturut-turut. Dia menilai puncak Megasari yang ada di Sempol sangat unik. Hal itu karena dirinya tidak mudah menaklukhkan Megasari.
Perempuan kelahiran Kutai Barat yang kini berusia 32 tahun tersebut bisa dikatakan meniti karir di dunia paralayang cepat mencapai pretasi. Tahun 2006 , atlet asal KAltim tersebut mulai belajar paralayang dan tahun 2017 masuk pelatnas atau tim nasional paralayang.
Seru Nge-Jazz di Bondowoso
CITRA Scholastika bintang tamu di acara Jazz Republik Kopi memang baru pertama kal ke Bondowoso. Jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke enam tersebut begitu terkesan menginjakkan kaki di bumi The High Land Pradisi ini. Bukan karena alamnya saja tapi tim Jazz Republik Kopi dinilainya seru dan terencana.
Tampil di depan masyarakat Bondowoso bagi perempuan kelahiran Jogjakarta 5 Juni 1993 ini sebuh kehormatan sendiri.
Sabtu, 11 Februari 2017
Obsesi Menjadi Dosen
Salah satu cita-cita Yenny Husnul Amaliyah Adalah menjadi dosen. banyak hal yang melatarbelakangi cita-citanyanya itu. Salah Satunya dia ingin turut serta membangun negeri.
Baginya profesi dosen adalah pekerjaan mulia. Sebab ada dampak yang besar yang bisa ditimbulkan oleh seorang dosen. yakni turut serta membangun negeri. Sebab misi seorang dosen adalah memberi manfaat serta memberi kecerdasan para mahasiswa yang merupakan kader penerus banga. "Sebagai dosen, seseorang juga akan memiliki pengaruh besar di masyarakat," jelas perempuan asal JAlan Aip Moegiman, Kocer Gentengan ini.
Selain itu, ternyata dara ynag kini sedang menempuh S1 di Fakultas Ilmu dan Budaya Unej ini, cita-citanya terinspirasi dari seorang dosen. Selama ini dia kagum dengan salam seorang perempuan di kampusnya.
Takjub dengan Stasiun Bondowoso
ARSITEKTUR Belanda di bangunan Stasiun Bondowoso menjadi daya tarik tersendiri bagi Made Bhakti Dewantara. Hal yang membuat dia takjub karena stasiun non aktif tersebut masih terawat dan original. "Biasanya kan stasiun tak aktif, tak terawat. tapi stasiun Bondowoso hebatnya dirawat," ujarnya.
Made mengetahui lebih dekat Stasiun Bondowoso itu karena menjadi tempat acara musik dengan bintang tamu Citra Scolastika. Sehingga bagaimana stasiun yang dulunya berjaya di era penjajahan sebagai stasiun besar jalur Jember-Panarukan atau yang dikenal jalur daun emas tersebut masih terasa. Sebab, beberapa tempat masih asli dengan bangunan lama. Contohnya kecilnya adalah lantainya, yang masih dari ubin. padahal, saat ini sudah sangat jarang stasiun memakai ubin dan rata-rata pakai keramik.
Jumat, 10 Februari 2017
Bangga Pernah Juara menulis
MENJADI juara menulis cerpen adalah hal yang tidak terlupakan bagi Diah Ayu Anggraini. Juara itu diraih pada 2013 lalu. Dia menjadi juara menulis cerpen berjudul 'Sahabatku Sayang Sahabatku Malang'. Berkat Cerpen itu dia diundang yayasan Kampung Halaman di Dia Lo Gue Art Space, Kemang Jakarta untuk menjadi pembicara.
Kebanggan itu karena dalam acara itu hadir Menteri Pemuda dan Olahraga dan Profesor dari Universitas Indonesia. Tema acara saat itu adalah 63 Juta anak muda guru kita.Selain dirinya ada pembicara yang merupakan anak usia sekolah yang menjadi asisten rumah tangga, ada Miss Tuna Wicara dan ada pekerja Seks Komersial. "Saya yang anak SMA dalam forum itu menjadi pembicara, itu spesialnya ," jelas perempuan asal Jalan kismangun sarkoro, Tamansari.
Kebanggan itu karena dalam acara itu hadir Menteri Pemuda dan Olahraga dan Profesor dari Universitas Indonesia. Tema acara saat itu adalah 63 Juta anak muda guru kita.Selain dirinya ada pembicara yang merupakan anak usia sekolah yang menjadi asisten rumah tangga, ada Miss Tuna Wicara dan ada pekerja Seks Komersial. "Saya yang anak SMA dalam forum itu menjadi pembicara, itu spesialnya ," jelas perempuan asal Jalan kismangun sarkoro, Tamansari.
Traveling Itu Nikmat
PUNYA hobi travelling menjadi kesenangan tersendiri bagi Ika Dina Daniyatul. Berkat jalan-jalan itulah, Dina mengenal banyak hal , mulai banyak tempat dan banyak teman serta pengalaman. Dunia travelling inilah yang sekarang banyak digemari anak-anak muda.
Gadis kelahairan 4 Juni 1997 ini masuk di dunia travelling saat ini makin mudah. "Sudah banyak informasi jalan-jalan keman beserta rute perjalanan," ujarnya. Sehingga , tak ada khawatir nyasar menuju destinasi wisata yang diinginkan tersebut. "Lewat handphone semua ada. Travelling ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri sekarang lebih mudah," ujarnya.
Kamis, 09 Februari 2017
Pegawai Bank yang Bhayangkari
DUA aktivitas itulah yang dilakukan Indah Putri Siswintari. Alumnus Fakultas Hukum Unej itu saben harinya memiliki dua seragam. Yakni pegawi Bank Jatim dan anggota bhayangkari. Dua kegiatan itu membuatnya sangat sibuk. Namun dia merasa menikmati kesibukan tersebut.
Indah menuturkan, senini sampai jumat adalah waktu untuk berseragam pegawai bank. Saat weekend, yakni sabtu dan minggu, dia seringkali berseragam bhayangkari. Hal itu karena tuntutannya sebagai berikut istri seorang polisi.
Menyanyi Itu Anugrah
MEMILIKI suara yang merdu bagi Ayu Marieta sebuah anugerah tersendiri. Sebab dengan suara yang indah itu, dirinya dipilih menjadi paduan suara di gereja sejakSD. Sampai saat ini dia aktif dalam kegiatan keagamaan di Gereja kristen Indonesia (GKI) Blindungan.
Rabu, 08 Februari 2017
Jangan Lelah Belajar
BEKERJA di luar keilmuannya tak masalah bagi Shabrina Amalia Wardan. Alumnus teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ini justru kerja sebagai sekretaris kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Sehingga bagi mereka yang bekerja diluar keilmuan jangan berkecil hati, disana pasti ada hikmah untuk mendapatkan ilmu baru dari sanalah juga belajar menjadi orang yang kompenten.
Usai lulus di ITS, sasha panggilan akrab Shabrina pun mengaku ingin bekerja sesuai bidangnya agar ilmu selama di bangku perkuliahan bertahun-tahun bisa diaplikasikan.
Menyanyi adalah Hobi
MENYANYI bagi Santi Yuliantika bukan hal yang asing. Sebab menyanyi sudah menjadi hobi. Hal itu karena dirinya sudah mendalami dunia tari sejak kecil. Perempuan asal Tegal Mijin, Grujungan ini sering tampil menyanyi di berbagai acara.
Seperti awal pekan lalu, dia mengisi suara dalam acara gathering wartawan bersama Polres Bondowoso.Dia mempersembahkan suara yang asyik di panggung Rumah Makan Lestari Bondowoso. "Saya mendalami dunia tarik suara sejak kecil." ungkapnya.
Selasa, 07 Februari 2017
Organisasi Tak Kenal Usia

BERORGANISASI adalah panggilan jiwa. Inilah yang ditunjukkan Rumyati warga Desa Kajar, Tenggarang. Mesti usianya tak lagi muda dia tetap aktif dalam organisasi. Tak tanggung-tanggung, dia pun menjabat sebagai ketua anak cabang Fatayat NU Kecamantan Tenggarang.
Rumyati mengenal dunia organisasi sejak sekolah di MTs Al Falah, Tenggarang. "Waktu itu juga Fatayat, tapi hanya ikut kegiatan saja tak se aktif seperti sekarang mengurus organisasi," ungkapnya. Di bangku SMA, dia tak seberuntung teman-teman lainnya. Dia pun harus putus sekolah karena menikah. "Ijazah SMAN saya paket C, karena waktu itu tidak sampai lulus sudah dinikahkan sama orang tua," katanya.
Menikah di usia muda pun tak membuah Rumyati patang arang untuk meneruskan jenjeng pendidikan lebih tinggi dan berorganisasi lagi.
Banyak Aktifkan Pemuda
BAGI Saudia Yourdan Islami Taufik, menggerakkan para pemuda menjadi hal yang asyik. Statusnya yang saat ini menjadi Lurah Nangkan, tidak menyurutkan semangatnya dalam berkiprah di dunia anak muda.
Terbukti, dia aktif di berbagai komunitas anak muda. Beberapa diantanya adalah kegiatan molong sarka yang dilakukan di Alun - alun Ki Ronggo dan kegiatan Forum Anak Bondowoso (FAB). Selain itu dia juga support kegiatan Bondowoso Night Run, komunitas Kurma, dan Bondowoso Berbagi.
Ternyata ada tujuan tersediri dari keaktifannya dalam berorganisasi. Dia ingin mengetahui perkembangan anak muda Bondowoso untuk dijadikan referensi pembangunan Bondowoso.
Senin, 06 Februari 2017
Ajarkan Seni Sejak Dini
DEWI Wedharing Kencana begitu akrab dengan dunia tari. Wajar saja sejak TK hingga saat ini duduk dibangku SMA, dia terus menari. Berkat tari pula membawa dia menjadi finalis Kacong Jebbing Talenta. Menurut dia, seni itu ada disetiap manusia, sehingga alangkah baiknya ajrkan seni sejak kecil.
Menurut Dewi, berkat pengajaran seni sejak kecil dapat menumbuhkan kembangkan artistik, estetika dan budi pekerti. "Dengan belajar apapun jenis seni mereka dapat mengetahui keindahan serta perasaan keindahan itu sepertiapa," katanya.
Sukai Musik R&B
MUSIK menjadi salah satu satu obat pelipurlara gadis bernama lengkap Maria Trihastuti Oktavia ini. Baginya alunan musik bisa menjadi obat penghilang sress. Khususnya musik bergenre R&B.Musik yang menggabungkan juzz, gosple dan blues itu menjadi pilihannya lantaran adanya keunikan didalamnya. Sebagai paramuda, dia suka musik bergenre itu karena juga banyak disukai pemuda lainnya. "Banyak lagu yang saya simpan di handphone yang bergenre r&B," jelanya.
Memang musik itu saat ini sedang banyak digandrungi para muda. Dikebanyakan tempat nongkrong seperti cafe-cafe, genre musik ini sering diperdengarkan.
Tentunya selain gemar mendengar musik yang awalnya berasal dari Afrika-Amerika ini Via juga suka mengembangkan musik dalam negeri.
Sabtu, 04 Februari 2017
Ojung Jadi Bahan Skripsi
OJUNG tak akan dilupakan oleh Oki Feri Juniawan. Berkat tradisi Ojung untuk meminta hujan tersebut, Oki bisa meraih gelar sarjana pendidikan. Sebab, dalam skripsinya mengambil asal usul kesenian ojung di Bondowoso dan fungsinya di masyarakat.
Oki sendiri mengaku saat mengambil judul skripsi dirinya sempat galau. "Ya sempat bingung angkat skripsi tentang apa. Eh ternyata di Bondowoso ada yang menarik dan waktu kecil juga sering liat. Yakni tradisi slametan Desa Blimbing yang ada di ojung serta singo ulungnya tersebut," ungkapnya.
Menurut Oki ojung memang tak hanya ada di Bondowoso saja dan tak hanya ada di Desa Blimbing, Klabang saja.
Banyak Pengalaman di MC
MASTER of Ceremonies (MC) bukan menjadi hal asing bagi Wahyu Cipta Yuliasari. Wajar saja dia menggeluti dunia MC sejak duduk di bangku SMP. Hal yang paling membanggakan saat baginya menjadi MC di acara Meet And Greet Mata Najwa di Kampus Universitas Jember (Unej).Kemarin (21/9) dia pun menjadi MC di acara koordinasi Universitas Membangun Desa Unej dengan pemerintah Bondowoso yang akan mengirimkan mahasiswa KKN di Bondowoso. Baginya, bisa menjadi MC adalah anugerah yang luar biasa. "Karena bisa kenal banyak orang," jelas perempuan yang akrab disapa Cici tersebut.
Ternyata permapuan kelahiran 6 Juli 1993. tersebut masih berstatus sebagi mahasiswa. Dia adalah mahasiswa semester akhir Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi. Karena basic nya suka dengan MC, saat duduk dibangku kuliah dia pun aktif menjadi MC. Berkat kelihaiannya, dia sering nge MC di berbagai acara formal di kampus.
Jumat, 03 Februari 2017
Pernah Jadi Duta Tari
DUNIA tari menjadi halbaru bagi Oktavia Dwi rahmawati. Pelajar SMAN 2 Bondowoso ini mengenal seni tari sejak masuk SMPN 2 Bondowoso. Meski begitu keahliannya menari sudah tidak diragukan lagi. Sebab Oktavia pernah menjadi duta tari Bondowoso tahun 2015 lalu.
Remaja asla Tamansari ini mengaku, bergelut di dunia tari sejak duduk di bangku SMP punya berbeda jauh dengan hobiyang ditekuni sejak SD. "Sejak SD main bulutangkis terus masuk SMP hingga SMA keterusan menari," ujarnya.
Meski tari mengararkan dia menjadi duta tari, Oktavia merasa bersyukur pernah bergelut di dunia olahraga. "Paling tidak gak capek kalau menari dan sudah biasa tampil dilihat banyak orang serta berkompetisi," ujarnya. Hingga samapi saat ini, skill bulutangkisnay tetap dipakai di Olimpiade Olahraga Sains Nasional (O2SN) tingkat Bondowoso dan Pekan Olahraga Pelajar daerah (Popda).
Presenter Itu Asyik
MENJADI presenter merupakan cita-cita Yunita Putri Tyanta. Hal itu karena dia mengaku tertarik. Ketertarikan itu bermula saat dirinya menginjakkan kaki di SMKN 1 Bondowoso. Dia mengambil jurusan broadcasting.
Perempuan asal Sukowiryo ini mengatakan, awalnya dirinya membayangkan menjadi presenter itu mudah. Namun setelah dijalani di bidang keilmuan khusus, ternyata dia mendapati jika menjadi presenter itu tidak semudah yang dibayangkan. "Saya tertarik karena banyak melihat presenter di media elektronik, dan itu sangat asik," jelasnya.
Kamis, 02 Februari 2017
Kawu Itu Seperti di New Zealand
PADANG savana di Kawah Wurung (Kawu) membuat Rosie Vella terkesima. Perempuan yang bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jemberini mengaku mendengar nama Bondowoso, Kawu-lah yang paling dia ingat. "Saat itu kunjungan sama rekan kerja ke Kawu, ternyata Bondowoso ada tempat yang sangat menawan,"ucapnya.
Terlebih lagi Kawu, tak hanya padang savana yang datar saja namun bukit kecil, sedang, dan besar. Bahkan, kata dia, hebatnya di Kawu semua padang savana tersebut bisa dijelajahi.
Renang Itu Menyenangkan
RENANG sudah jadi hobi Risa Apriliana. Tak hanya kesenangan saja yang di dapat, manfaat olahraga pun di dapat. Bahkan, kata gadis asal Tenggarang ini, renang termasuk salah satu menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI).
Hubungan renang dengan NKRI menurut Risa, karena Indonesia adalah negara kepulauan. "Lebih luas lautannya dari pada daratan. Jadi bagaimana bisa menjaga lautannya kalau orang Indonesia tak bisa renang," ucapnya. Meskipun menjaga kelautannya bisa pakai teknologi serta kapal, pasti orang yang tak bisa berenang saat naik kapal akan waswas.
Hubungan renang dengan NKRI menurut Risa, karena Indonesia adalah negara kepulauan. "Lebih luas lautannya dari pada daratan. Jadi bagaimana bisa menjaga lautannya kalau orang Indonesia tak bisa renang," ucapnya. Meskipun menjaga kelautannya bisa pakai teknologi serta kapal, pasti orang yang tak bisa berenang saat naik kapal akan waswas.
Rabu, 01 Februari 2017
Ingin Jadi Pramugari
OBSESI ingin keliling dunia, membuat Yolanda Firda Nuraena ingin menjadi pramugari. Dia memiliki gambaran jika pramugari itu adalah profesi yang asyik. Sebab bisa keliling dunia, secara gratis lagi.
Perempuan yang baru merayakan ulang tahunnya pada 1 september ini mengungkapkan, menjadi pramugari atau stewardess merupakan cita-citanya sejak kecil. Dimana dia melihat pakaiannya selalu rapi dan bisa keliling dunia. "Saya ingin mempelajari budaya dinegara lain," jelas dara asal Kademangan Bondowoso ini.Untuk meraih cita-cita itu, berbagai referensi tentang pramugari dicarinya.
Obsesi jadi Engineer
SEMANGAT membuat sesuatu yang bermanfaat, Widyatna Maharani Putri memiliki obsesi menjadi engineer. Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktikan ke dalam kehidupan untuk mempermudah dalam melakukan sesuatu.
Alasan menarik diungkapkan perempuan asal Perum Pancoran yang kini mendapat beasiswa di SMA Sampoerna Akademi Bandung ini. Dia memilih menggantungkan cita-cita menjadi engineer karena ingin mengubah dunia terutama Indonesia agar lebih maju. "Engineering mampu mengatasi permasalahan yang ada disekitar kehidupan sehari-hari dari hal yang kecil hingga yang besar," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)










































