TUNTAS menjalani studi S1, Esti Rahmaniah langsung meniti karirnya di lingkungan Pemkab Bondowoso. Saat ini, dia bertugas di bagian staf usaha tani Dinas Pertanian Bondowoso. Dalam menjalani hidup, alumnus IPB ini menerapkan Manajemen hidup. Hal itu sebagai cita-cita untuk menjadikan hidup lebih terarah dan tertata.
Seperti setahun belakangan ini, dara yang akrab disapa Esti ini memiliki kecenderungan berbelanja. Karena yang lagi ngetren saat ini adalah belanja online, dia sempat ikut-ikutan belanja online. Berbekal berbagai penyedia online shop.
Calon Ibu Harus Pandai Atur Keuangan
"Terkadang kerudung dan terkadang baju, mana yang dilihat dan suka, saya beli," akunya.Kecenderungan itu karena terbawa teman-temannya. Ditambah banyaknya sponsor online shop di internet. Kondisi itu membawanya sesekali mengintip beranda para penyedia barang online. Apalagi saat ini banyak allshop yang menawarkan pembelian aman. "Semenjak saya belanja online, alhamdulillah tidak pernah kena tipu, dan semoga jangan sampai,".
Tentunya walau sesekali mengintip beranda online shop,tidak lantas menjadikannya maniak belanja. Itulah yang ia maksud manajemen hidup sebab hidup harus di manajemen. "Walau suka belanja, bukan berarti belanja terus-menerus,".
perempuan yang tinggal di jalan MT Haryono Gang Kepatihan Dasahini menuturkan, salah satu contoh manajemen dalam kehidupan adalah mengaturr perputaran uang. Dimana ketika sesorang bekerja, harus berpikir untuk masa depam. Sehingga setiap langkah yang diambil memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Esti memisalkan, ketika hendak belanja, jangan membeli barang yang dianggap tidak perlu. Sehingga ketika memutuskan untuk membeli, maka barang itu jelas peruntukan dan keperluannya. "Sehingga ada sisa uang untuk ditabung,".
Perempuan kelahiran 8 Desember 1989 silam itu mengaku, manaajemen keuangan itu harus ada sebagian yang di-saving. Misalnya untuk keperluan pakaian, baru pada bulan berikutnya diniatkan membeli. "Harus pandai mengatur kenuanganlah, apalagi calon ibu rumah tangga,"
ujarnya.
Kepiawaan itu, rupanya sudah menjadi dasarnya. Apalagi dia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Manajemen di IPB. Tentunya dalam hal manajemen, dia sudah sangat mumpuni. Tentunya manajemen sebuah keluarga dan manajemen dalam ilmu teori akann sangat berbeda. Hanya saja, ketika seseorang mau belajar, maka tidak ada yang tidak mungkin. Hal itu seperti pengalamannya saat pertama kali meniti dunia karir. Dimana dirinya dahulu memiliki spesifikasi dibidang Ekonomi Manajemen, sedangkan dunianya di bidang pertanian. "Banyak hal baru, namun akhirnya saya mengerti setelah banyak belajar dari para senior,". (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Rabu, 03 Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar