Suka Tape Bondowoso
DYAH Risty Ajeng Pratiwi memang bukan asli Bondowoso. Namun berbicara oleh-oleh khas Bondowoso, dara asal Arjasa jember ini langsung mengarah pada tape. Pikiran itu sejalan dengan pengetahuannya selama ini, bahwa Bondowoso adalah kota tape.
Adanya jargon itu, membuatnya saat melintas atau berkunjung saat melintas atau berkunjung ke Bondowoso selalu teringat tapi. Tidak jarang dirinya sengaja mencari tape di Bondowoso bersama keluarganya. |"Udah terkenal itu jadinya yang ada langsung nyari tape," bebernya.
Juga Suka Cicipi Kuliner
Terakhir kunjngannya ke Bondowoso adlah saat peresmian Museum KA Bondowoso beberapa waktu lalu. Kebetulan saat ini, dia menggeluti profesi sebagai fronliner di stasiun Rambipuji. Sehingga saat ada peresmian Museum KA Bondowoso, dirinya diminta manajemen KAI Daop 9 Jember untuk hadir. "Sya langsung ingat tape," jelasnya.
Dara kelahiran 21 April 1997 ini mengatakan, dari berbgai makanan kesukaan, tape Bondowoso masuk dalam kategori makanan kesukaannya. Sebab menurutnya, jika makan tape nikmat sangat terasa.
Apalagi saat ini sudah banyak jenis jajanan hasil pengembang dari tape Bondowoso. Seperti proll tape, pie tape, jus tape dan berbagai model lainnya. Namun yang dia suka adalah makanan tape asli. "Enak sih," tuturnya.
Selain tape, makanan Bondowoso lainnya yang dia suka adlah bakso. Makanan yang saat ini memang banyak ditemui berbagai tempat. Begitu juga saat ada di Bondowoso, dia mencoba mencari makanan kesukaannya tersebut. "Maklum, hasrat kulinernya tinggi," ujar alumnus SMA Arjasa tersebut.
Menurutnya saat ini, dunia kuliner di Bondowoso semakin beragam. Dia melihat geliat itu ada Car Free Day (CFD). Dayah pernah mengisi acara KAI di ALun-alun. Saat itulah, dia sempatkan melihat berbagai kuliner di Bondowoso. Menurutnya, suguhan kuliner di Bondowoso tidak kalah dengan kota lain.
Dyah berpendapat, kuliner merupakan salah satu pemikat. Sebab ketika seseorang hadir di Bondowoso , hadir di Bondowoso, pasti ingin mencoba makanan khas daerah. Tentunya tidak hanya makanan khas nya saja, namun kekayaan wisata kuliner juga menjadi salah satu yang paling dicari. Sehingga ketika ada kreasi menu yang spesial, hal itu bisa menjadi magnet orang yang berkunjung. "Di Bondowoso memang belum banyak, namun saya yakin geliatnya terus meningkat," ujarnya.
Apalagi dengan kehadiran wisata Museum Kereta Api, dia yakin bisa mendongkrak pariwisata Bondowoso. Tentunya disini seseorang tidak hanay hadir untuk mengetahui museum, namun ada keharusan untuk mencicipi kulinernya. Tentunya kuliner yang khas dan yang spesial. "Dan ini harus ditangkap oleh masyarakat," aku perempuan yang lahir tepat di hari kartini tersebut. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 25 Agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar