Rabu, 01 Maret 2017

Ideal Berkat Olahraga


OLAHRAGA sudah menjadi bagian hidup Nindya Dwi Sivia Juliantika. Dari gemarnya berolahraga, tak salah jika siswa SMAN Tapen ini memiliki tubuh yang lebih tinggi dari teman sebayanya. Postur tubuhnya 166 cm. Selain tinggi, tubuhnya juga atletis. Remaja 17 tahun ini mengaku, postur tubuhnya yang tinggi itu juga karena olahraga. Cabang olahraga yang pertama kali dikenalnya adalah bola voli. Nindya sudah menggeluti dunia volli sejak duduk di bangku SD.

Sempat Menjadi Skuad Porprov

Perkenalannya kepada dunia voli tidak lain karena arahan orang tuanya. "Diajarkan oleh mama, karena mama dulu pemain voli," ucapnya. Karena tekun berolahrag ini, postur tubuhnya menjadi ideal. Dia sangat bersyukur denngan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Sebab banyak orang yang ingin memiliki tubuh tinggi. Jika ditarik benang merah, ternyata bentuk tubuhnya yang tinggi tidak hanya karena olahraga, namun karena asupan gizi. "Selain itu memang ada faktor genetik , orang tua saya juga tinggi," paparnya. Meski asupan makanan sehat dan faktor keturunan, menurut bya satu hal yang tak kalah penting. Yakni rajin olahraga. Olahraga menjadi bukti salah pengdongkrak tubuh yang ideal. Dia mencontohkan , kakak kandungnya yang memiliki tubuh lebih pendek darinya. "Kakak saya lebih pendek, padahal makanan sama orang tua juga sama. Tapi tidak suka olahraga," papar Nindya yang bercita-cita jadi Polwan atau TNI ini. Berangkat dari pengalaman tersebut, remaja asal Tapen ini berpendapat agar generasi muda harus lebih gemar beraktifitas fisik dari pada diam di rumah. Ya , selama ini, Nindya mengaku kebanyakan anak kecil, lebih suka main dirumah dengan gadget. Sehingga, kurang baik untuk pertumbuhan anak. Menurut Nindya berolahraga tidak anya bermanfaat pertumbuhan saja. Lebih dari itu, tidak gampang sakit. "Karena bermain dialam terbuka fisik bergerak terus, penyakit lewat," imbuhnya. Membahasa kiprahnya dalam dunia volii, Nindya mengaku dirinya selalu menjadi pilihan utama skuad tim ola voli di almamaternya saat ini. berposisi spiker di olahraga bola voli, Nindya pun sempat masuk skuad tim bola voli putri Bondowoso di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) jatim 2015 kemarin. Nindya melihat oalharag di Bondowoso tidak bisa dipukul rata. Artinya ada beberapa daerah fantastik di olahraga A sedangkan di kecamatan lain olahraga B. "Dari Tapen ke arah Situbondo bola voli yang digandrungi," ujarnya. Di Prajekan dan sekitarnya namanya sepak bolatak se booming di daerah lainnya. Sehingga menurut Nindya cabor bisa berkembang di Bondowoso. Masalah bola voli hanya satu yang diyangkan Nindya, yakni lapangan saja. Sebab selama ini akses publik lapangan bola voli hampir tidak ada. "Latihan ya di lapangan sekolah atau lapangan di kampung-kampung. Lapangan voli di kampung pun banyak dijumpai di Tapen, prajekan, Cermee dan Binakal," ujarnya. Lapangan voli di Alun-alun RBA Ki Ronggo pun sudah beralih fungsi jadi lokasi bermain anak-anak. Di Gor Pelita pun juga tak sembarang pevoli bisa berlatih disana. (dwi/wah) Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 26 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar