SALAH satu konsentrasi Fi’satil Kamilah adalah belajar Fahmil Qur’an atau memahami Alquan. Konsentrasi itu bnar-benar ditekuni saatdirinya terpilih menjadi tim Musyabaqoh Fahmil Quran (MFQ) di sekolahnya.
Menurut dara yang kini duduk dibangku kelas XI MAN Bondowoso tersebut, memahai Alquran adalah hal yang sangat menarik. Karena itu, dirinya sangat bangga ketika terpilih menjadi salah satu degelasi tim MFQ. Sebab bisa memahami Alquran memang sudah menjadi niatannya sejak lama.
Menjadi Juara MFQ Tingkat Kabupaten
“Pemahaman Alquran itu menyangkut tentang ibadah dan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan,” jelasnya.
Dalam MFQ, salah satu tekanannya adalah memahami problematika masyarakat yang dihubungkan dengan Alquran. Mulai aqidah, syariah, akhlak, ulumul Quran, lingkungan hidup, kependudukan sampai hadits. Untuk itu setiap anak yang mengikuti MFQ dituntut paham Alquran beserta artinya secara luas.
Kebetulan, dalam MFQ Bondowoso 2016, dirinya bersama tim MFQ dari almamaternya menjadi juara. Sehingga susah-payah pendalaman ilmu Alquran yang dipersiapkannya memberikan hasil yang memuaskan.
Menurut Fi’sa keberhasilan itu adalah suata kebanggan tersendiri. Baginya selain menjadi kebanggan sekolah, adahal yang lebih penting, yakni bisa membanggakan orang tua. Rasa bangga itulah orang tua itulah yang selama ini menyulutkan api semangat untuk terus belajar.
Kemenangan dalam MFQ 2016, tidak lain karena usah yang terus-menerus. Diaselama ini mendalami pemahaman Alquran dari berbagai sumber. Banyak buku yang selama ini menjadi referensi. “Memang saya hobi membaca,”akunya.
Dara asli Mandiro Tegal Ampel ini mengungkapkan, walau jurusan sekolahnya adalah agama, namun ternyata banyak hal yang dia temui di MFQ yang ternyata tidak ada di pelajaran. Karena itu dia sangat bangga bisa menjadi bagian dari MFQ. Dia bertekad akan terus mempelajari Alquran bersama hadits dan berbagai perangkat lainnya.
Hal itu rupanya sesuai dengan cita-citanya, yakni menjadi guru. Menjadi seorang guru adalah cita-citanya sejak kecil. Sebab emnurutnya guru adalah profesi yang mulia. DImana profesi guru adalah profesi dimana seseorang mengamalkan ilmu yang selama ini didapat. “Ilmu itulah yang harus tetap hidup, makanya saya ingin mengasah dengan menjadi guru,2 paparnya.
Menariknya, dirinya ingin menjadi gurunya anak-anak. Sebab menurutnya anak-anak itu ibarat kertas putih. Sehingga terserah mau digambar apa diatasnya. Dan dirinya ingin menggambar sesuatu yang berguna pada kertas putih tersebut. “Saya ingin mengarahkan padakebaikan,” tegas anak semata wayang dari pasangan Nur Holis Dan Kholifah tersebut. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Kamis 27 Oktober 2016

Good Articles
BalasHapus