Selasa, 31 Januari 2017
Baru Suka Pramuka
PRAMUKA bagi Novia Fajarani merupakan hal baru. Sebab dia aktif di pramuka sejak menjajaki bangku SMKN 1 Bondowoso. Walau menjadi hal baru, namun dia sangat menyukai seluruh kegiatan dalam pramuka. Dia kini menjadi penegak di ambalan Diponegoro Cut Nyak Dien di sekolahnya.
Dara kelahiran 7 Maret enam belas tahun silam itu mengutarakan, keikutsertaannya dalam dunia pramuka murni karena senang.
Juga ingin Jadi Dokter
Dia melihat banyak kreatifitas dalam kegiatan pramuka. Kreatifitas itulah yang membuatnya jatuh hati pada organisasi berlambang tunas kelapa ini. "Asik bisa belajar dan bisa disiplin." tuturnya.
Sebelum aktif di pramuka, dia memndang pramuka itu adalah kegiatan hura-hura yang yang dibarengi keprok-keprok teok tangan. Namun setelah menyelami lebih dalam, dia lantas berpikir lain. Sebab didalamnya ada banyak hal yang bermanfaat. Utamanya dalam menempa diri untuk bisa menjadi lebih baik.
Bagi Nova, salah satu hal yang bisa dipetik adalah sikap disiplin. Disiplin adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Seperti halnya ada acara yang molor, hal itu bukan contoh disiplin. Di Pramuka, kedisiplinan itu benar-benar ditekankan. "Apalagi saat ada perkemahan, harus memegang erat disiplin tinggi," jelas dara asal Desa Krajan , Tapen ini.
Menurutnya , untuk membiasakan diri bersikap disiplin, diperlukan yang matang. Dimana ketika ada perkemahan misalnya, segala sesuatunya harus siap, bisa-bisa molor waktunya. "Harus ada penataan yang benar, jadi ketika diperlukan bisa enak nyarinya," akunya.
Satu tahun lebih mendalami pramuka, sudah banyak hal yang membekas. Diantaranya saat mengikuti perkemahan. Awal kali yang menjadi pengalamnnya adalah kemah di ambalannya sendiri, yakni ambalan diponegoro Cut Nyak Dien. "Kegiatannya asik dan menarik," akunya.
Selain mengikuti pramuka, dara yang mendalami akuntansi ini juga memiliki hobi membaca. Dia membaca buku apa saja. Baik buku sekolah maupun buku pengetahuan umum. Baginya membaca adalah jendela dunia. "Sebab dengan membaca, bisa mengetahui informasi dari berbagai arah," ujarnya.
Dia mengaku, untuk suka membaca tidak mudah. Apalagi di era modern saat ini, banyak teknologi yang memberikan kesempatan lebar untuk bermain. Ketika tidak bisa melakukan manajemen diri, maka bisa-bisa seseorang akan bermain terus-menerus dan meninggalkan tradisi membaca. "Harus dibiasakan," tegasnya.
Nova bercita-cita, setelah lulus pendidikan sekolah menengah atas, dia ingin menjadi dokter. Hal itu karena keinginannya yang kuat untuk menolong orang. Baginya dokter adalah pekerjaan mulia. Dimana dia setiap keberadaannya selalu dibutuhkan masyarakat. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Rabu, 14 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar