Jumat, 27 Januari 2017
Awali dengan Niat Baik
SETIAP mengawali sesuatu, Erlyn Widhiana Hartono selalu mengawali dengan bismillah. Inilah yang menjadi prinsipnya. PNS di Lapas Bondowoso ini beralasan mengawali sesuatu dengan bismillah itu karena ada harapan ridha dari yang Maha Kuasa.
Menurutnya, ketika seseprang melakukan niat pertama karena ridho Tuhan, maka dia akan berusaha sebaik mungkin dalam hal apapun.
Tak Selamanya Napi Jahat
Semampang bisa menjadi manusia bermanfaat bagi manusia lainnya. "Awali semua dengan niatan baik, yakni dengan membaca bismillah, sebab niat akan menentukan hasil," tutur perempuan kelahiran Ngawi ini.
Prinsip itu sudah dimulainya sejak lama. Apalagi saat masih sekolah atau kuliah dahulu, awalan yang dia lakukan adalah niat di pagi hari. Mungkin karena niat yang baik itu, dia lulus dari jurusan Teknik Industri STT Telkom Bandung hanya 3,5 tahun.
Denagn pekerjaan saat ini, kebiasaan itu masih terus dijaga. Dia yang saat ini PNS di LApas Kelas II B Bondowoso, masih selalu menerapkan prinsip tersebut. Sebab harapannya adalah menggapai ridho Allah SWT. Baginya yang setiap hari bertemu nara pidana (napi), niat awal menjadi penting. Sebab ada misi pembinaan di dalam lapas. "Yakni bagaimana mengarahkan orang di lembaga permasyarakatan bisa menjadi baik dan lebih baik," jelasnya.
Salah satu goal dari tugasnya adalah memberi pembinaan agar sekembalinya para napi ke masyarakat, mereka menjadi orang yang lebih bertakwa, dan beriman. Selain itu juga memiliki harga diri dan mandiri. Sebagai salah satu langkah pembinaan, Erlyn selalu memperlakukan para napi sama atau sejajar dengan dirinya atau dengan mereka yang berada diluar. "Sebab kami yakin tidak selamanya mereka bersalah atau tidak selamanya mereka jahat, mereka hanya tersesat dalam proses kehidupan dan tentunya harus menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Dia bercerita, pelabuhannya menjadi PNS di Lapas Kelas II B Bondowoso ini tidak dilalui dengan seketika. Ada proses panjang yang menjadi pengantar. Setelah dia menyelesaikan pendidikan sarjana di kampus yang saat ini menjadi Telkom University, dia lantas ikut tes CPNS di Pemda Magetan. Akhirnya dia diterimamenjadi penyuluh industri di disperindag Magetan.
Dalam perjalanan hidupnya, Erlyn akhirnya mendapat jodoh seorang lulusan akademi permasyarakatan. Dengan tugasnya itu, sang suami harus berpindah-pindah. Akhirnya pada 2013 lalu dia pindah PNS ke kemenkumham. "Sampai tiga bulan lalu suami dinas di lapas Bondowoso dan saya alhamdulillah mengikuti," jelasnya.
Ternyata, bekerja menjadi PNS apalagi di Lapas, bukan merupakan keinginan sejak kecil. Dalam benaknya dahulu, dia justru ingin menjadi dokter. Bahkan saat lulus dari STT Telkom Bandung, keinginannya menjadi dokter masih masih sangat besar. Namun keinginannya ini sirna seiring perjalanannya menjadi PNS. Perempuan yang memiliki hobi membaca dan travelling itu sangat bersyukur dengan apa yang dianugrahkan Tuhan kepadanya. Apalah dia bekerja dengan suami.(hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Kamis, 08 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar