Jumat, 27 Januari 2017
Olahraga Itu dari Hati
OLAHRAGA bagi Putu Nova Fitriani bukan hal asing lagi. Sejak usia remaja hingga SMAN 1 Tenggarang, Putu adalah sosok yang gemar olahraga. "Dulu waktu sekolah suka olahraga voli," ucapnya. Waktu pun tak akan terasa lelah dan terasa tak terlalu lama jika bermain bola voli ini. Menurut Putu berbicara olahraga tak hanya sekedar sehat, bugar, dan mencari keringan semata tapi olahraga itu untuk hati dan dari hati.
Berkat olahraga bisa berubah suasana hati itu salah satu manfaat olahraga dari hati dan untuk hati. Sehingga, kata dia, semua olahraga dilakukan karena hati pasti mendapatkan manfaat lebih.
Terberat Melawan Diri Sendiri
"Tak sehat saja, mungkin sesuatu yang tak terduga didapat dari olahraga,"jelasnya.
Sehingga, kata Putu, alangkah baiknya berolahraga itu tidak ikut-ikutan saja atau berolahraga karena ada orang yang juga suka dengan olahraga tersebut. Sekarang berlari atau running memang lagi in, tapi sebelum ada lari ada sepeda yang in. Bahkan, kata dia, saking boomingnya sepeda ada yang berani membuat acara dengan hadiah mobil dan rumah.
Agar olahraga lari atau sepeda dan jenis olahraga lainnya yang digandrungi itu tetap eksis, alangkah baiknya berawal dari hati. "Musim ini ikut ini, belum mengerti betul olahraga tersebut sudah pindah jenis olahraga lain. Itu kan kurang baik," paparnya.
Perhelatan BNR yang diikuti ribuan peserta tersebut membuka mata Putu bahwa olahraga lari itu diminati banyak orang Bondowoso. Padahal, namanya olahraga lari paling sulit dari pada jenis olahraga lainnya. Jika olahraga permainan seperti voli, sepak bola, bulu tangkis, bola basket itu tak membosankan. Olahraga renang pun membuat segar, catur pun juga lawannya yang dihadapi. Tapi untuk lari lawan terberat adalah diri sendiri. "Melawan mental, melawan fisik, melawan nafas yang tersengal-sengal inilah lari. Jadi pelari tu luar biasa," ujarnya.
Terlebih lagi olahraga lari dulu tak seberapa digemari, mereka lebih suka olahraga permainan. Hal ini juga dilihat dari tingkat antusias penonton yang tinggi terhadap olahraga permainan. Namun, sekarang olahraga individu seperti lari makin laris manis saja. Bagi Putu hal itu adalah nilai plus, sehingga orang Bondowoso bisa olahraga sendiri tannpa tergantung dengan temannya. "Lari olahraga yang paling mudah dilakukan gak usah menunggu teman bisa lari sendiri. kalau voli harus menunggu ada bola," katanya.
Perempuan Kampung Templek tersebut mengatakan, jika makin banyak masyarakat Bondowoso ini berolahraga. Setidaknya mereka punya jiwa sportifitas, jujur, dan berkompetisi sehingga menaikkan kualitas SDM masyarakat. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Rabu, 07 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar