MENGHAFAL Alquran sudah menjadi tekad Muhammad Ifdholi. Niat itu datang ketika dirinya menginjakkan kaki di MAN Bondowoso sekitar satu setengah tahun lalu. Karena dia ingin masuk di Jurusan Agama dan Tahfid, Ifdhol bertekad untuk menghafal Alquran. Walhasil, saat duduk dikelas XI sekarang, dia bisa menghafal enam juz.
Selalu Menjaga Wudu
Memang disekolahnya itu, ketika seorang memutuskan untuk masuk jurusan Agama dan Tahfid, ada kewajiban untuk menghafal Alquran. Yakni menghafal dua juz dalam satu tahun. Namun Ifdholi justru melebihi target tersebut. "Saya hafal enam juz, juz satu sampai lima dan juz 30,"jelasnya.
Pencapaian yang sampai melebihi target itu, karena dirinya merasa enjoy. Selain itu, modal awal dia adalah tekad adalah tekad yang bulat. Sebab untuk awalan memang terlalu sulit. "Sama dengan teman-teman lainnya, sulit kalau pertama," paparnya.
Namun dengan kesungguhan, naytanya hafalan itu bukan menjadi beban baginya, melainkan menjadi kebiasaan yang asik. Untuk menimbulkan rasa suka, pertama harus ada niat. Selanjutnya harus ada pembagian waktu. "Yang ketiga adalah menjauhi maksiat tentunya," tegasnya.
Memang semnjak menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Islam As Syuhada Desa Curahpoh, Curahdami, Ifdhol memiliki keinginan besar untuk menghafal Alquran. hal itu bukan karena ada dorongan dari orang tua atau dari teman, melainkan muncul dari dirinya sendiri. Sebab ada keinginan untuk menjadi orang yang dekat dengan Allah SWT.
Keputusan itu juga karena cita-citanya selama ini. Diaingin menjadi Guru Alquran. Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku, akan terus mengejar pendidikan sampai perguruan tinggi, sembari terus mendalami Alquran, "Tentunya tidak hanya ingin menghafal,namun juga ingin mengetahui artinya,"tutur pemuda kelahiran 15 Juli 1999 ini.
Untuk menghafal, dirinya memiliki waktu-waktu khusus. Pertama adalah waktu setelah Maghrib dan kedua waktu setelah ashar. Untuk waktu setelah maghrib dia gunakan sebagai untuk menghafal. Tentunya tidak hanya saat Maghrib saja, hafalan itu terus dilakukan pada waktu lainnya. Sedangkan waktu setelah Ashar,digunakan digunakan untuk muroja'ah atau mengulang.
Begitulah setiap harinya. Namun dirinya tidak lantas meninggalkan hobi lainnya. Selain menghafal Alquran, dia juga merupakan pemuda yang hobi sepak bola. Dikala senggang pada sore hari, dia juga bergaul dengan para pemuda di desanya. Sehingga menghafal Alquran bukanlah hal yang mengharuskan orang berdiam diri untuk hafalan.
Tentunya baginya tidak cukup jika hanya hafalan. Untuk menjadikan otak cerdas dan tidak mudah lupa, anak ketiga dari pasangan Hartono dan Kuswati ini melanggengkan wudu. Sehingga ketika dia batal, maka segera ambil wudlu lagi. Baginya semua itu menjadi ringan ketika ada niat dan sungguh-sungguh. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Selasa, 6 September 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar