Senin, 30 Januari 2017

Bondowoso Bikin Hati Adem


     BONDOWOSO adalah kota yang memberikan ketentraman dan kedamaian. Demikian kesimpulan Devi Fauzyah Pramadani, karyawati bank Jatim Bondowoso. Tak hanya kondisi geografisnya saja yang membuta tentram dan nyaman, lebih dari itu adalah suasana kerja di Bondowoso yang bikin hati adem ayem. "Pertamakali di Bondowoso tidak betah, sering menangis. Sekarang betah, kotanya tentram dan kekeluargaan di kantor juga dapat," paparnya.



Pariwisata Penggerak Sektor Ekonomi
      Perempuan asal Japanan, Pasuruan itu mengaku hal yang membuat dia bangga berdomisili di Bondowoso salah satunya karena pariwisata. Blue fire kawah Ijen, Kawah Wurung, Batu Solor, Air Panas Blawan dan puluhan tempat asyik di Sempol. Devi pun tak jarang temannya tertarik berwisata bia menaikkan berwisata di Bondowoso.

     Alumnus Universitas Malang (UM) jurusan akutansi pun mengaku berkat pariwasata bisa menaikkan Bonowoso di kanca Jatim,  nasional hingga internasional. "Bule saja wisata ke Bondowoso," paparnya. Namun Devi pun ada yang kuarang berwisata di Bondowoso. Bukan karena fasilitas, pemandangan ataupun biaya yang dikeluarga wisatawan namun minimnya transportasi publik menuju destinasi wisata di Bondowoso terutama di Sempol.

     Pertama kali dinas di Bondowoso pada 2012, dia pun merasakan transportasi publik untuk akses ke Surabaya sudah habis," jelasnya. Pengalaman buruk mengenai transportasi di Bondowoso, ternyata juga dialami oleh teman-teman kuliahnya yang ingin berwisata ke Bondowoso. "Kalau sudah sampai ke Bondowoso bingung mau naik apa ke Sempol," ucapnya.

     Meski, ada angkutan desa malam dikit juga tak ada. Terlebih lagi angkutan pedesaan tersebut hanya sampai di depan Puskesmas Sempol, tak bisa sampai ke lokasi wisata. Mau tidak mau sewa kendaraan adalah solusi terbaik. Namun, tetap saja bagi orang pertama kali ke Bondowoso pasti bingung sewa mobil atau motor itu di mana.

     Berbicara pariwasa tentu menjadi solusi baik dan jangka panjang untuk meningkatkan perekonomian. Pariwasata dan ekonomi memang beda, tapi pariwasata berkembang ekonomi pun turut berkembang. Sehingga adanya pariwisata menjadi peluang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. "Bisa pesewaan motor di Sempol, jualan makanan ataupun guide plus penginapan," katanya.

     Saat ini yang jadi tantangan pariwisata bondowoso adalah soal promosinya . Ya pengembangan pariwasata tak hanya di Bondowoso saja, banyak daerah sudah paham bagaiman sektor pariwisata bisa menggerakkan roda perekonomian. Sehingga, buzzer atau orang orang yang mempromosikan pariwisata lewat media sosial perlu untuk bantu promosi pariwisata.(dwi/wah)


Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Sabtu, 10 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar